Ketika melakukan pengukuran, akan diperoleh angka hasil pembacaan dari alat ukur yang dipakai. Angka yang diperoleh tersebut disebut Angka Penting. Angka penting ini terdiri atas angka pasti (eksak) dan angka yang Anda perkirakan(angka taksiran). Mungkin hasil pengukuran terwakili dari gambar berikut.
Gb. 1.4 Hasil pengukuran dengan penggaris
Hasil pengukuran berkisar 1,60 cm sampai 1,70 cm, sehingga mungkin diputuskan 1,65 cm. Angka 1,60 adalah angka yang tidak dragukan lagi sedangkan angka 0 dan 5 merupakan taksiran.
Banyaknya Angka Penting Hasil Pengukuran
Semua
angka hasil pengukuran merupakan angka penting. Tetapi berapa digit angka
penting yang diperoleh sangat bergantung pada sekala terkecil alat ukur yang digunakan.
Sebagi contoh misal panjang benda hasil pengukuran adalah 1,6 cm. Ini berarti
panjang diukur hingga tingkat ketelitiannya sepersepuluh centimeter, sedangkan
jika digunakan alat ukur hingga tingkat ketelitiannya seperseratus centimeter
maka akan tercatat 1,60 cm. Nilai 1,6 mewakili dua
angka penting (1 dan 6) sedangkan 1,60 mewakili tiga
angka penting (1, 6 dan 0)
Nol termasuk angka penting jika berada diantara angka penting. Nol penanda desimal tidak termasuk angka penting. Sedangkan nol disebelah kanan angka tidak nol termasuk angka penting. Jadi bilangan 0,001 memiliki satu angka penting, 0,0010 memiliki dua angka penting, 0,00100 memiliki tiga angka penting dan 1,001 memiliki empat angka penting.
Penulisan Eksponensial dan Konversi Satuan tidak diperbolehkan mengubah banyaknya angka penting dari hasil pengukuran. Misalkan pengukuran massa logam 4200 gram. Ini berarti mengandung empat angka penting sehingga dapat dituliskan 4,200 x 103 gram atau 4,200 kg (perhatikan bentuk terbaru tetap mengandung empat angka penting)
Pembulatan: Suatu bilangan dibulatkan hingga terdapat jumlah angka penting yang diinginkan dengan menghilangkan satu atau lebih angka yang paling kanan. Jika angka paling kanan kurang dari 5, angka terdekatnya tetap tidak berubah; jika angka tersebut 5 atau lebih, angka terdekatnya ditambah 1. Contoh 56,13 menjadi 56,1; tetapi 56,15 menjadi 56,2.
Operasi Penjumlahan dan Pengurangan Angka Penting: Dalam melakukan operasi penjumlahan atau pengurangan, maka hasilnya harus dibulatkan sehingga hanya mengandung satu angka taksiran saja (angka terakhir dari suatu angka penting).
Contoh, berapakah hasil penjumlahan angka penting berikut 4,20 m (3 angka penting) dan 1,6523 m (5 angka penting)? Sebagai penegas bahwa angka yang digarisbawahi adalah angka yang diragukan.
4,20 m
1,6523 m
------------- +
8,8523 m
karena angka ini terdapat 2 angka taksiran, maka ini belum menyatakan hasil, sehingga hasil yang sebenarnya adalah 5,85 m (3 angka penting).
Operasi Perkalian Dan Pembagian Angka Penting: Hasilnya harus dibulatkan sehingga mengandung angka penting sebanyak angka penting paling sedikit dari yang dioperasikan.
Contoh, berapakah luas suatu
permukaan berbentuk persegi jika panjang dan lebarnya berturut-turut 2,02 m dan
4,113 m?
Luas = 2,02 m x 4,113 m =
8,30826 m = 8,31 m. Perhatikan! Hasil perkaliannya mengandung 3 angka penting.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar