Selasa, 23 Juni 2026

ANGKA PENTING DALAM FISIKA

Ketika melakukan pengukuran, akan diperoleh angka hasil pembacaan dari alat ukur yang dipakai. Angka yang diperoleh tersebut disebut Angka Penting. Angka penting ini terdiri atas angka pasti (eksak) dan angka yang Anda perkirakan(angka taksiran). Mungkin hasil pengukuran terwakili dari gambar berikut.

Gb. 1.4 Hasil pengukuran dengan penggaris

Hasil pengukuran berkisar 1,60 cm sampai 1,70 cm, sehingga mungkin diputuskan 1,65 cm. Angka 1,60 adalah angka yang tidak dragukan lagi sedangkan angka 0 dan 5 merupakan taksiran.

Banyaknya Angka Penting Hasil Pengukuran

Semua angka hasil pengukuran merupakan angka penting. Tetapi berapa digit angka penting yang diperoleh sangat bergantung pada sekala terkecil alat ukur yang digunakan. Sebagi contoh misal panjang benda hasil pengukuran adalah 1,6 cm. Ini berarti panjang diukur hingga tingkat ketelitiannya sepersepuluh centimeter, sedangkan jika digunakan alat ukur hingga tingkat ketelitiannya seperseratus centimeter maka akan tercatat 1,60 cm. Nilai 1,6 mewakili dua angka penting (1 dan 6) sedangkan 1,60 mewakili tiga angka penting (1, 6 dan 0)

Nol termasuk angka penting jika berada diantara angka penting. Nol penanda desimal tidak termasuk angka penting. Sedangkan nol disebelah kanan angka tidak nol termasuk angka penting. Jadi bilangan 0,001 memiliki satu angka penting, 0,0010 memiliki dua angka penting, 0,00100 memiliki tiga angka penting dan 1,001 memiliki empat angka penting.

Penulisan Eksponensial dan Konversi Satuan tidak diperbolehkan mengubah banyaknya angka penting dari hasil pengukuran. Misalkan pengukuran massa logam 4200 gram. Ini berarti mengandung empat angka penting sehingga dapat dituliskan 4,200 x 103 gram atau 4,200 kg (perhatikan bentuk terbaru tetap mengandung empat angka penting)

Pembulatan: Suatu bilangan dibulatkan hingga terdapat jumlah angka penting yang diinginkan dengan menghilangkan satu atau lebih angka yang paling kanan. Jika angka paling kanan kurang dari 5, angka terdekatnya tetap tidak berubah; jika angka tersebut 5 atau lebih, angka terdekatnya ditambah 1. Contoh 56,13 menjadi 56,1; tetapi 56,15  menjadi 56,2.

Operasi Penjumlahan dan Pengurangan Angka Penting: Dalam melakukan operasi penjumlahan atau pengurangan, maka hasilnya harus dibulatkan sehingga hanya mengandung satu angka taksiran saja (angka terakhir dari suatu angka penting).

Contoh, berapakah hasil penjumlahan angka penting berikut 4,20 m  (3 angka penting) dan 1,6523 m (5 angka penting)? Sebagai penegas bahwa angka yang digarisbawahi adalah angka yang diragukan.

4,20  

1,6523  m

------------- +

 8,8523 m            

karena angka ini terdapat 2 angka taksiran, maka ini belum menyatakan hasil, sehingga hasil yang sebenarnya adalah 5,85 m (3 angka penting).

Operasi Perkalian Dan Pembagian Angka Penting: Hasilnya harus dibulatkan sehingga mengandung angka penting sebanyak angka penting paling sedikit dari yang dioperasikan.

Contoh, berapakah luas suatu permukaan berbentuk persegi jika panjang dan lebarnya berturut-turut 2,02 m dan 4,113 m?

Luas = 2,02 m x 4,113 m = 8,30826 m = 8,31 m. Perhatikan! Hasil perkaliannya mengandung 3 angka penting.

Rabu, 17 Juni 2026

Bagaimana Bayi Paus Menetek?

Paus adalah hewan yang hidup di laut dan memiliki tubuh yang sangat besar. Karena hidup di air, banyak orang mengira paus termasuk ikan. Padahal, paus bukanlah ikan, melainkan mamalia. Mamalia adalah kelompok hewan yang memiliki kelenjar susu dan menyusui anaknya. Selain itu, mamalia juga bernapas menggunakan paru-paru, berdarah panas, dan melahirkan anak. Semua ciri tersebut dimiliki oleh paus.

Seperti mamalia lainnya, paus melahirkan anak yang disebut anak paus atau bayi paus. Setelah lahir, bayi paus membutuhkan makanan yang bergizi agar dapat tumbuh dengan baik. Makanan utama bayi paus adalah air susu induknya. Namun, pernahkah kamu bertanya-tanya bagaimana bayi paus bisa menyusu di dalam air?

Induk paus memiliki kelenjar susu yang terletak di bagian bawah tubuhnya, tepatnya di dekat alat kelamin. Puting susu paus tidak menonjol seperti pada sapi atau manusia. Puting susu tersebut tersembunyi di dalam lipatan kulit untuk melindunginya saat paus berenang. Ketika bayi paus akan menyusu, induknya akan mengeluarkan puting susu dari lipatan tersebut sehingga dapat dijangkau oleh anaknya.

Proses menyusui pada paus juga berbeda dengan hewan darat. Bayi paus tidak mengisap susu seperti bayi manusia. Sebaliknya, induk paus akan menyemprotkan susu langsung ke dalam mulut anaknya menggunakan kontraksi otot di sekitar kelenjar susu. Cara ini sangat membantu karena paus hidup di air dan bayi paus harus tetap dapat bernapas saat menyusu.

Salah satu hal yang paling menarik adalah kandungan air susu paus. Susu paus memiliki kandungan lemak yang sangat tinggi, bahkan bisa mencapai lebih dari 30 persen. Sebagai perbandingan, susu sapi umumnya hanya mengandung sekitar 3 hingga 5 persen lemak. Kandungan lemak yang tinggi membuat susu paus menjadi sangat kental, hampir seperti pasta atau krim yang pekat.

Karena sangat kental, susu paus tidak mudah bercampur dengan air laut. Jika susu paus encer seperti susu sapi, sebagian besar susu akan langsung larut dan terbuang ke dalam air. Dengan teksturnya yang kental, susu dapat langsung masuk ke mulut bayi paus tanpa banyak yang terbuang. Selain itu, kandungan lemak yang tinggi memberikan energi besar bagi bayi paus sehingga pertumbuhannya berlangsung sangat cepat.

Bayi paus dapat menyusu selama beberapa bulan hingga lebih dari satu tahun, tergantung jenis pausnya. Selama masa tersebut, induk paus akan merawat dan melindungi anaknya dari berbagai bahaya di laut. Hubungan antara induk dan anak paus sangat erat, sama seperti hubungan antara induk mamalia lainnya dengan anak-anaknya.

Bagaimana, kamu sudah tahu cara bayi paus menetek? Inilah salah satu keunikan paus yang menunjukkan betapa menakjubkannya kehidupan hewan di lautan.