Selasa, 26 Mei 2026

MATERI ESENSIAL PSAJ IPA SMP 2026

Kelas

Tujuan pembelajaran

Materi Esensial

VII

Peserta didik melakukan pengukuran terhadap aspek fisis yang mereka temui.

Pengukuran dan Metode Ilmiah

VII

Peserta didik memahami sifat dan karakteristik zat dan perubahan fisika dan kimia.

Perubahan Fisika dan Perubahan Kimia

VII

Peserta didik memahami pengaruh kalor dan perpindahannya terhadap perubahan suhu.

Suhu dan Kalor

VII

Peserta didik melakukan pengukuran dan memanfaatkan ragam gerak dan gaya.

GLBB dan Hukum-Hukum Newton

VII

Peserta didik memahami proses identifikasi makhluk hidup sesuai dengan karakteristiknya.

Kunci Determinasi

VII

Peserta didik memahami interaksi antar makhluk hidup dan lingkungannya dalam merancang upaya-upaya untuk mencegah dan mengatasi perubahan iklim.

Interaksi antara Komponen Penyusun Ekosistem

VII

Peserta didik mengelaborasikan pemahamannya mengenai posisi relatif bumi-bulan-matahari dalam sistem tata surya untuk menjelaskan fenomena alam dan perubahan iklim.

Karakteristik benda-benda langit anggota tata surya

VIII

Peserta didik memahami sistem organisasi kehidupan.

Perbedaan Sel Hewan dan Tumbuhan

VIII

Peserta didik memahami fungsi, serta kelainan atau gangguan yang muncul pada sistem organ.

Peserta didik memiliki keteguhan dalam mengambil keputusan yang tepat untuk menghindari zat aditif dan adiktif yang membahayakan dirinya dan lingkungan.

· Organ pencernaan dan Pencernaan Kimiawi

· Organ peredaran darah dan anatomi jantung

· Organ pernapasan dan mekanisme pernapasan

· Struktur Ginjal dan sistem urinaria

VIII

Peserta didik melakukan pengukuran dan memanfaatkan ragam pesawat sederhana.

Peserta didik memahami hubungan konsep usaha dan energi.

· Usaha dan Energi

VIII

Peserta didik memahami gelombang dan pemanfaatannya dalam kehidupan sehari-hari.

· Getaran dan besaran-besarannya

· Gelombang dan kecepatan rambatnya

· Cahaya dan sifat-sifatnya

VIII

Peserta didik memahami pemisahan campuran sederhana.

· Perbedaan Unsur, senyawa dan campuran

· Pemisahan campuran

IX

Peserta didik memahami fungsi, serta kelainan atau gangguan yang muncul pada sistem organ.

· Pertumbuhan dan Perkembangan Manusia

· Pertumbuhan dan Perkembangan Tumbuhan

IX

Peserta didik memahami sistem Koordinasi Manusia, Sistem Reproduksi dan Homeostasis Manusia

· Sistem Koordinasi Manusia

· Organ Reproduksi dan Fungsinya

IX

Peserta didik melakukan pengukuran dan memanfaatkan ragam tekanan.

· Tekanan Zat Padat atau Tekanan Hidrostatis

· Hukum Pascal atau Hukum Arcimedes

IX

Peserta didik memahami gejala kemagnetan untuk menyelesaikan tantangan yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari termasuk pemanfaatan sumber energi listrik ramah lingkungan.

Peserta didik memahami kelistrikan untuk menyelesaikan tantangan yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari termasuk pemanfaatan sumber energi listrik ramah lingkungan.

· Hukum Coulomb

· Hukum Ohm

· Rangkaian seri dan parallel

· Energi dan daya listrik

· Gaya Lorentz

· Percobaan Faraday

· Energi Alternatif (Generator)

IX

Peserta didik memahami sifat fisika dan kimia tanah.

Peserta didik menganalisis sifat fisika dan kimia tanah hubungannya dengan organisme.

Peserta didik memahami pewarisan sifat dan penerapan bioteknologi di lingkungan sekitarnya.

· Asam dan Basa

· Faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi kimia

· Persilangan monohibrid

· Persilangan dihibrid

· Bioteknologi

IX

Peserta didik memahami interaksi antar makhluk hidup dan lingkungannya dalam merancang upaya-upaya untuk mencegah dan mengatasi perubahan iklim.

· Ketahanan Pangan

· Kesehatan


TENTANG SAYA

Saya adalah seorang tenaga pendidik profesional yang lahir di Jepara pada 19 Maret 1979. Saat ini saya mengabdikan diri sebagai Guru Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) di SMP Negeri 1 Bangsri dengan pangkat Penata Golongan III/d. Saya tinggal di Desa Guyangan, Kecamatan Bangsri, Kabupaten Jepara.

Latar belakang pendidikan saya berfokus pada bidang sains. Saya merupakan lulusan Pendidikan Fisika dari Universitas Negeri Yogyakarta pada tahun 2003. Untuk melengkapi kompetensi sebagai pendidik, saya melanjutkan program Akta IV di Universitas Terbuka pada tahun 2005. Sebelumnya, saya menempuh pendidikan dasar di MI Miftahul Ulum Kepuk serta pendidikan menengah di MTs dan MA Ma’ahid Kudus.

Sebagai guru, saya aktif mengembangkan kompetensi profesional melalui berbagai pelatihan tingkat daerah maupun nasional. Saya memiliki ketertarikan dalam pembelajaran berbasis STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics), pemanfaatan Google Workspace for Education, serta pengembangan asesmen kompetensi. Dedikasi saya di dunia pendidikan juga diwujudkan melalui berbagai tugas tambahan, di antaranya: Asesor GTK untuk Program Guru Penggerak dan PPG Prajabatan, pernah sebagai Wakil Kepala Sekolah bidang Kurikulum di SMP Negeri 1 Bangsri, pernah sebagai Wakil Kepala Sekolah bidang Kesiswaan di SMP Negeri 1 Bangsri serta pengurus MGMP IPA Kabupaten Jepara sejak tahun 2014.

Dalam perjalanan karier, saya memperoleh beberapa prestasi di bidang pendidikan. Saya pernah meraih Juara 1 Guru Berprestasi tingkat Kabupaten pada tahun 2021, menjadi finalis Olimpiade Guru Nasional (OGN) Tingkat Nasional tahun 2016, finalis Lomba Inovasi Pembelajaran bagi Guru Bina dan Guru Pamong SMP Terbuka tingkat nasional tahun 2016 dan 2015, serta Juara 3 Guru Berprestasi tingkat Kabupaten pada tahun 2016 dan 2015.

Selain mengajar, saya juga aktif menulis karya ilmiah dan mengembangkan media pembelajaran. Beberapa karya yang pernah saya hasilkan antara lain Best Practice tentang pembelajaran jarak jauh menggunakan e-modul interaktif, penelitian tindakan kelas berbasis proyek, serta penelitian mengenai pendekatan STEM melalui proyek “Apeteler” (Alat Pengeram Telur Sederhana). Karya-karya tersebut diterbitkan dalam jurnal pendidikan tingkat provinsi maupun digunakan sebagai media pembelajaran di sekolah.

Saya juga mengembangkan media pembelajaran digital melalui blog pendidikan dan kanal YouTube “Klinik IPA” yang berisi berbagai video pembelajaran IPA sejak tahun 2015 hingga sekarang. Melalui media tersebut, saya berupaya menghadirkan pembelajaran yang lebih mudah dipahami, menarik, dan dekat dengan kehidupan sehari-hari peserta didik.

Pengalaman saya di bidang kurikulum juga cukup luas. Saya pernah menjadi instruktur pelatihan Kurikulum 2013 bagi guru IPA SMP, narasumber bimbingan teknis kurikulum, serta terlibat dalam tim pengembang Kurikulum 2013 tingkat kabupaten. Selain itu, saya mengikuti berbagai workshop dan pelatihan pengembangan perangkat pembelajaran serta penyusunan asesmen.

Di bidang STEM, saya mengikuti pelatihan intensif pembelajaran IPA berbasis STEM yang terintegrasi dengan Kurikulum 2013 selama 170 jam pelajaran. Tidak hanya sebagai peserta, saya juga dipercaya menjadi narasumber pelatihan pembelajaran berbasis STEM yang diselenggarakan oleh P4TK IPA Bandung. Pendekatan STEM tersebut kemudian saya terapkan secara nyata dalam pembelajaran dan karya ilmiah untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik.

Secara keseluruhan, saya merupakan pendidik yang memiliki komitmen tinggi dalam mengembangkan inovasi pembelajaran, meningkatkan kualitas pendidikan, serta membagikan pengalaman dan pengetahuan kepada sesama guru maupun peserta didik.

 

 

E-Modul Interaktif

Sebelum ada program Guru Penggerak ada lomba yang cukup bergengsi dan berjenjang, yaitu lomba "Guru Berprestasi". Yang dinilai dalam lomba ini antara lain: portofolio guru 4 tahun terkahir, tes tertulis, presentasi karya ilmiah dan wawancara. Pada tahun 2021 saya ikut. Waktu itu masih masa pandemi. Sehingga disdikpora mengusung tema pembelajaran daring (online). Kebetulan, sejak sekolah di lock down, guru wajib mengajar secara daring. Saya kembangkan blog ini menjadi modul elektronik interaktif. Alhamdulillah, jadi juara 1. Nggak nyangka sih. Karena kurikulum berganti, ya terpaksa bongkar bongkar lagi. Tapi kalau mau baca-baca, jejak digitalnya masih ada di arsip.

E-Modul Interaktif Solusi Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) Di Masa Pandemi Bagi Peserta Didik Kelas IX SMP Negeri 1 Bangsri

Yaroh Mustain, S.Si-SMP Negeri 1 Bangsri


ABSTRAK

Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) selama masa pandemi menuntut adanya inovasi media pembelajaran yang berkualitas agar peserta didik tetap mendapatkan layanan pendidikan yang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses desain, pengembangan, dan penerapan modul elektronik (e-modul) dengan memanfaatkan media blog (Blogger) sebagai sumber belajar mandiri mata pelajaran IPA bagi peserta didik kelas IX di SMP Negeri 1 Bangsri. Pemilihan platform blog didasarkan pada keunggulannya yang fleksibel, tidak memerlukan domain berbayar, dapat memuat multimedia (teks, gambar, video), dan lebih hemat kuota data dibandingkan aplikasi pertemuan virtual lainnya.

 

E-modul ini dikembangkan dengan memenuhi karakteristik modul yang mandiri (Self Instruction), utuh (Self Contained), dan ramah pengguna (User Friendly) melalui penggunaan bahasa yang sederhana serta komunikatif. Langkah-langkah pengembangan meliputi desain tampilan blog yang menarik, penyusunan sistematika artikel sesuai kaidah modul, integrasi video pembelajaran dari YouTube, serta penggunaan Google Form untuk evaluasi dan presensi.

 

Hasil penerapan menunjukkan bahwa penggunaan blog "Mudah Belajar IPA secara Daring" sangat efektif, dengan rata-rata kunjungan mencapai 1344,2 kali per artikel. Berdasarkan data kuesioner, sebanyak 89,57% peserta didik menyatakan setuju dan sangat setuju bahwa e-modul berbasis blog ini sangat membantu mereka dalam belajar mandiri selama masa pandemi. Kesimpulannya, desain blog yang diubah menjadi e-modul merupakan solusi edukatif yang efektif untuk mengatasi keterbatasan ruang dan waktu dalam pembelajaran jarak jauh.

 

Kata Kunci: E-Modul, Blog (Blogger), Pembelajaran Jarak Jauh, IPA, Pandemi.


Senin, 25 Mei 2026

BALASAN PERBUATAN DAN HUKUM KEKEKALAN ENERGI

Yaroh Mustain, S.Si (SMP Negeri 1 Bangsri)

Selama ini seolah-olah ada pembatas antara sains dan nilai-nilai religi. Kita kadang sulit menghubungkan antara konsep-konsep dalam sains atau hukum-hukum fisika dengan nilai-nilai religi yang terkandung di dalam kitab suci. Padahal ini sangat penting agar ilmu pengetahuan yang kita miliki dapat menjadi ‘wasilah’ dalam meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah SWT. Apalagi bagi seorang guru ini sudah menjadi tuntutan atas perubahan Standar Isi Pendidikan Dasar dan Menengah yang tertuang dalam Permendikbud Nomor 21 Tahun 2016. Kali saya akan membahas Hukum Kekekalan Energi.

“Energi tidak dapat diciptakan maupun dimusnahkan tetapi dapat berubah dari satu bentuk kebentuk yang lain”. Sejak duduk dibangku Sekolah Dasar kita sudah diperkenalkan dengan kalimat tersebut. Kalimat tersebut merupakan pernyataan dari Hukum I Termodinamika yang sering dikenal dengan hukum kekekalan energi. Bila kita cermati dan renungkan sebetulnya pernyataan hukum I termodinamika tersebut merupakan pengakuan manusia sebagai makhluk yang lemah yang hidupnya selalu bergantung kepada Tuhan. Sebab keberlangsungan kehidupan ini bergantung pada energi yang tidak bisa diciptakan oleh manusia dengan teknologi apapun. Manusia hanya mampu menciptakan alat yang hanya merubah bentuk energi dari satu bentuk ke bentuk yang lain.

Energi merupakan kemampuan untuk melakukan kerja atau usaha. Secara dimensi energi dan usaha memiliki dimensi yang sama yaitu ML2T-2, artinya keduanya merupakan besaran yang sama. Pada kenyataannya hubungan keduanya sangat erat, semakin besar usaha yang dilakukan maka semakin besar energi yang dikeluarkan. Ini berarti ada kesetaraan antara energi dan usaha. Bila energi itu kekal maka setiap energi yang kita keluarkan untuk melakukan kerja/ aktivitas/amal maka energi tidak akan bisa hilang tetapi akan berubah ke dalam bentuk energi yang lain.

Sekarang perhatikan ayat 7-8 dari Surat Al Zalzalah berikut.

فَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُ

“Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrah pun, niscaya Dia akan melihat (balasan)nya”.

وَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَرَهُ

“dan Barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrah pun, niscaya Dia akan melihat (balasan)nya pula”.

 

Dua ayat tersebut merupakan jaminan dari Allah SWT atas energi yang dikeluarkan manusia yang dikeluarkan dalam bentuk amal perbuatan. Sekecil apapun energi yang telah dikeluarkan maka tidak ada yang luput dari pengawasan Allah SWT. Tentu bukan sekedar terawasi dan tercatat dalam buku catatan amal seseorang kecuali semuanya telah Allah sediakan balasan yang setimpal tergantung dengan energi yang dikeluarkan manusia. Jika energi yang dikeluarklan merupakan energin positif (kebaikan) maka akan mendapatkan energi positif (balasan baik) sedangkan Jika energi yang dikeluarklan merupakan energi negatif (kejahatan) maka akan mendapatkan energi negatif (balasan buruk) pula. Hal ini juga dinyatakan dalam Alqur’an Surat An Najm ayat 39-41.

“Bahwasannya seseorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain. Dan bahwasannya seorang manusia tidak memperoleh selain apa yang diusahakannya.Dan bahwasannya usahanya itu kelak akan diberi balasan yang paling sempurna.”

(QS: An Najm : 39-41)

 Saya jadi teringat dengan kisah singkat dari Dr. Howard Kelly dan Segelas Susu. Ketika Kelly kecil yang miskin dan kelaparan, atas skenario Allah telah dipersiapkan menjadi seorang Dokter untuk membalas kebaikan seorang wanita muda yang mengidap penyakit aneh. Selengkapnya silahkan baca selengkapnya di (http://dokuliah.blogspot.co.id/2014/05/kisah-inspiratif-dr-howard-kelly-dan.html).  Kebaikan yang dilakukan oleh wanita muda tersebut tidak hanya kembali pada dirinya, tetapi balasan kebaikan yang ia lakukan telah menuntun takdir Kelly menjadi seorang dokter. Artinya kebaikan seseorang (energi positif) yang telah dilakukan akan menebarkan energi yang baik bagi orang lain dan lingkungan. Kisah lain juga dapat dibaca di (http://tutorialkuliah.blogspot.co.id/2009/07/kisah-nyata-balasan-atas-amal-baik-dan_16.html). Kisah tentang bagaimana seorang mahasiswa menerima balasan keburukan atas perbuatannya.

Balasan Kebaikan

Sudah barang tentu semua orang menginginkan balasan atas kebaikan yang dilakukan. Mungkin kita akan bertanya apakah semua kebaikan kita akan mendapatkan balasan?

Konsep hukum kekekalan energi dan berdasarkan surat Al Zalzalah semua perbuatan akan mendapatkan balasan. Tetapi yang perlu diingat adalah balasan yang diberikan Allah bisa dibayar di dunia, di akhirat atau pada keduanya.  Berbeda dengan balasan keburukan yang tanpa syarat, untuk mendapatkan balasan kebaikan ada syarat yang harus dipenuhi.

Syarat yang pertama adalah Ikhlas. Ikhlas berbeda makna dengan rela. Ikhlas berasal dari kata Kholaso yang artinya bersih, yaitu bersih dari segala kesyirikan baik syirik kecil seperti riya maupun syirik besar, yaitu menyekutukan Allah sehingga batal imannya.

Dalam Surat   An Nahl Allah berfirman :

مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُمْ بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ


Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan. (QS. An Nahl:97)

 

Dalam surat Al Kahfi Allah berfirman :

Sesunggunya sesembahan kalian adalah sesembahan yang esa, barangsiapa yang mengharapkan perjumpaan dengan Robbnya maka hendaklah ia beramal ibadah dengan amalan yang sholeh dan tidak menyekutukan Robbnya dalam amal ibadahnya dengan suatu apapun“. (QS : Al Kahfi: 110).

 

Dalam ayat diatas maka beriman merupakan syarat mutlak seseorang agar amal perbuatannya mendapatkan balasan diakhirat.


Syarat kedua adalah melaksanakan perintah. Hal yang paling mendasar adalah bahwa seorang mukmin melakukan sesuatu haruslah berdasarkan perintah. Dalam kaidah ushul fiqih menyatakan bahwa hukum asal dari ibadah adalah haram kecuali adanya perintah dari Allah dan Rasul-Nya. Rasulullah dan para shahabat tidak melaksanakan sholat kecuali setelah ada perintah sholat, tidak melaksanakan puasa kecuali setelah ada perintah puasa, tidak melaksanakan zakat kecuali setelah ada perintah zakat dan sebagainya. Dalam sebuah hadits shohih disebutkan :

Dari Ummul Mukminin, ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

 Barangsiapa membuat suatu perkara baru dalam agama kami ini yang tidak ada asalnya, maka perkara tersebut tertolak.

 Dalam riwayat Muslim disebutkan,

Barangsiapa melakukan suatu amalan yang bukan ajaran kami, maka amalan tersebut tertolak.


Dari uraian diatas, dapat dipetik sebuah kesimpulan untuk dapat diambil pelajaran. Pertama, tidak ada perbuatan yang tidak memberikan dampak, jika perbuatan itu baik maka dampaknya berupa kebaikan tetapi jika perbuatan itu buruk maka dampaknya adalah keburukan, maka berhati hatilah dalam berbuat baik berupa perkataan maupun perbuatan. Kedua, energi itu bersifat kekal. Energi yang telah dikeluarkan tidak akan pernah hilang selamnya, tetapi akan berubah menjadi energi bentuk lain yang akan diberikan pada lingkungan dan diri sendiri. Keluarkan energi postif karena ia akan menjadi tabungan energi positif. Ketiga, balasan terbaik dari kebaikan seseorang adalah balasan di akhirat, penuhilah syaratnya agar balasan yang diharapkan betul betul diwujudkan Allah subhanahu wa ta’ala.

Wallahu a’lamu bishshowaab...