|
Kelas |
Tujuan pembelajaran |
Materi Esensial |
|
VII |
Peserta didik melakukan pengukuran
terhadap aspek fisis yang mereka temui. |
Pengukuran dan Metode Ilmiah |
|
VII |
Peserta didik memahami sifat dan
karakteristik zat dan perubahan fisika dan kimia. |
Perubahan Fisika dan Perubahan Kimia |
|
VII |
Peserta didik memahami pengaruh kalor
dan perpindahannya terhadap perubahan suhu. |
Suhu dan Kalor |
|
VII |
Peserta didik melakukan pengukuran
dan memanfaatkan ragam gerak dan gaya. |
GLBB dan Hukum-Hukum Newton |
|
VII |
Peserta didik memahami proses
identifikasi makhluk hidup sesuai dengan karakteristiknya. |
Kunci Determinasi |
|
VII |
Peserta didik memahami interaksi
antar makhluk hidup dan lingkungannya dalam merancang upaya-upaya untuk
mencegah dan mengatasi perubahan iklim. |
Interaksi
antara Komponen Penyusun Ekosistem |
|
VII |
Peserta didik mengelaborasikan
pemahamannya mengenai posisi relatif bumi-bulan-matahari dalam sistem tata
surya untuk menjelaskan fenomena alam dan perubahan iklim. |
Karakteristik benda-benda langit anggota tata surya |
|
VIII |
Peserta didik memahami sistem
organisasi kehidupan. |
Perbedaan Sel Hewan dan Tumbuhan |
|
VIII |
Peserta didik memahami fungsi, serta
kelainan atau gangguan yang muncul pada sistem organ. Peserta didik memiliki keteguhan
dalam mengambil keputusan yang tepat untuk menghindari zat aditif dan adiktif
yang membahayakan dirinya dan lingkungan. |
· Organ pencernaan dan Pencernaan
Kimiawi · Organ peredaran darah dan anatomi
jantung · Organ pernapasan dan mekanisme
pernapasan · Struktur Ginjal dan sistem
urinaria |
|
VIII |
Peserta
didik melakukan pengukuran dan memanfaatkan ragam pesawat sederhana. Peserta didik memahami hubungan
konsep usaha dan energi. |
· Usaha dan Energi |
|
VIII |
Peserta
didik memahami gelombang dan pemanfaatannya dalam kehidupan sehari-hari. |
· Getaran dan besaran-besarannya · Gelombang dan kecepatan rambatnya · Cahaya dan sifat-sifatnya |
|
VIII |
Peserta didik memahami pemisahan
campuran sederhana. |
· Perbedaan Unsur, senyawa dan
campuran · Pemisahan campuran |
|
IX |
Peserta
didik memahami fungsi, serta kelainan atau gangguan yang muncul pada sistem
organ. |
· Pertumbuhan dan Perkembangan Manusia · Pertumbuhan dan Perkembangan Tumbuhan |
|
IX |
Peserta didik
memahami sistem Koordinasi
Manusia, Sistem Reproduksi dan Homeostasis Manusia |
· Sistem Koordinasi Manusia · Organ Reproduksi dan Fungsinya |
|
IX |
Peserta
didik melakukan pengukuran dan memanfaatkan ragam tekanan. |
· Tekanan Zat Padat atau Tekanan
Hidrostatis · Hukum Pascal atau Hukum Arcimedes |
|
IX |
Peserta
didik memahami gejala kemagnetan untuk
menyelesaikan tantangan yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari termasuk
pemanfaatan sumber energi listrik ramah lingkungan. Peserta
didik memahami kelistrikan untuk menyelesaikan tantangan yang dihadapi dalam
kehidupan sehari-hari termasuk pemanfaatan sumber energi listrik ramah
lingkungan. |
· Hukum Coulomb · Hukum Ohm · Rangkaian seri dan parallel · Energi dan daya listrik · Gaya Lorentz · Percobaan Faraday · Energi Alternatif (Generator) |
|
IX |
Peserta didik memahami sifat fisika
dan kimia tanah. Peserta
didik menganalisis sifat fisika dan kimia tanah hubungannya dengan organisme. Peserta didik memahami pewarisan
sifat dan penerapan bioteknologi di lingkungan sekitarnya. |
· Asam dan Basa · Faktor-faktor yang mempengaruhi
laju reaksi kimia · Persilangan monohibrid · Persilangan dihibrid · Bioteknologi |
|
IX |
Peserta
didik memahami interaksi antar makhluk hidup dan lingkungannya dalam
merancang upaya-upaya untuk mencegah dan mengatasi perubahan iklim. |
· Ketahanan Pangan · Kesehatan |
Mudah Belajar IPA SMP (FASE D)
Penguasaan pengetahuan dan teknologi sangatlah berperan dalam menghadapi kompetisi di era globalisasi. Seseorang tidak akan menjadi pintar dan terampil begitu saja secara tiba-tiba. Melainkan harus menempa diri dengan belajar secara konsisten. Blog ini menjadi alternatif sumber belajar IPA secara mandiri bagi siswa SMP karena blog ini berbentuk Modul Elektronik dipadukan dengan Video Pembelajaran. Dengan demikian kalian dapat belajar kapan saja, dimana saja dengan HP mu.
Selasa, 26 Mei 2026
MATERI ESENSIAL PSAJ IPA SMP 2026
TENTANG SAYA
Saya adalah seorang tenaga pendidik profesional yang lahir di Jepara pada 19 Maret 1979. Saat ini saya mengabdikan diri sebagai Guru Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) di SMP Negeri 1 Bangsri dengan pangkat Penata Golongan III/d. Saya tinggal di Desa Guyangan, Kecamatan Bangsri, Kabupaten Jepara.
Latar
belakang pendidikan saya berfokus pada bidang sains. Saya merupakan lulusan
Pendidikan Fisika dari Universitas Negeri Yogyakarta pada tahun 2003. Untuk
melengkapi kompetensi sebagai pendidik, saya melanjutkan program Akta IV di
Universitas Terbuka pada tahun 2005. Sebelumnya, saya menempuh pendidikan dasar
di MI Miftahul Ulum Kepuk serta pendidikan menengah di MTs dan MA Ma’ahid
Kudus.
Sebagai
guru, saya aktif mengembangkan kompetensi profesional melalui berbagai
pelatihan tingkat daerah maupun nasional. Saya memiliki ketertarikan dalam
pembelajaran berbasis STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics),
pemanfaatan Google Workspace for Education, serta pengembangan asesmen
kompetensi. Dedikasi saya di dunia pendidikan juga diwujudkan melalui berbagai
tugas tambahan, di antaranya: Asesor GTK untuk Program Guru Penggerak dan PPG
Prajabatan, pernah sebagai Wakil Kepala Sekolah bidang Kurikulum di SMP Negeri
1 Bangsri, pernah sebagai Wakil Kepala Sekolah bidang Kesiswaan di SMP Negeri 1
Bangsri serta pengurus MGMP IPA Kabupaten Jepara sejak tahun 2014.
Dalam
perjalanan karier, saya memperoleh beberapa prestasi di bidang pendidikan. Saya
pernah meraih Juara 1 Guru Berprestasi tingkat Kabupaten pada tahun 2021,
menjadi finalis Olimpiade Guru Nasional (OGN) Tingkat Nasional tahun 2016,
finalis Lomba Inovasi Pembelajaran bagi Guru Bina dan Guru Pamong SMP Terbuka
tingkat nasional tahun 2016 dan 2015, serta Juara 3 Guru Berprestasi tingkat
Kabupaten pada tahun 2016 dan 2015.
Selain
mengajar, saya juga aktif menulis karya ilmiah dan mengembangkan media
pembelajaran. Beberapa karya yang pernah saya hasilkan antara lain Best
Practice tentang pembelajaran jarak jauh menggunakan e-modul interaktif,
penelitian tindakan kelas berbasis proyek, serta penelitian mengenai pendekatan
STEM melalui proyek “Apeteler” (Alat Pengeram Telur Sederhana). Karya-karya
tersebut diterbitkan dalam jurnal pendidikan tingkat provinsi maupun digunakan
sebagai media pembelajaran di sekolah.
Saya
juga mengembangkan media pembelajaran digital melalui blog pendidikan dan kanal
YouTube “Klinik IPA” yang berisi berbagai video pembelajaran IPA sejak tahun
2015 hingga sekarang. Melalui media tersebut, saya berupaya menghadirkan
pembelajaran yang lebih mudah dipahami, menarik, dan dekat dengan kehidupan
sehari-hari peserta didik.
Pengalaman
saya di bidang kurikulum juga cukup luas. Saya pernah menjadi instruktur
pelatihan Kurikulum 2013 bagi guru IPA SMP, narasumber bimbingan teknis
kurikulum, serta terlibat dalam tim pengembang Kurikulum 2013 tingkat
kabupaten. Selain itu, saya mengikuti berbagai workshop dan pelatihan
pengembangan perangkat pembelajaran serta penyusunan asesmen.
Di
bidang STEM, saya mengikuti pelatihan intensif pembelajaran IPA berbasis STEM
yang terintegrasi dengan Kurikulum 2013 selama 170 jam pelajaran. Tidak hanya
sebagai peserta, saya juga dipercaya menjadi narasumber pelatihan pembelajaran
berbasis STEM yang diselenggarakan oleh P4TK IPA Bandung. Pendekatan STEM
tersebut kemudian saya terapkan secara nyata dalam pembelajaran dan karya
ilmiah untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik.
Secara
keseluruhan, saya merupakan pendidik yang memiliki komitmen tinggi dalam
mengembangkan inovasi pembelajaran, meningkatkan kualitas pendidikan, serta
membagikan pengalaman dan pengetahuan kepada sesama guru maupun peserta didik.
E-Modul Interaktif
Sebelum ada program Guru Penggerak ada lomba yang cukup bergengsi dan berjenjang, yaitu lomba "Guru Berprestasi". Yang dinilai dalam lomba ini antara lain: portofolio guru 4 tahun terkahir, tes tertulis, presentasi karya ilmiah dan wawancara. Pada tahun 2021 saya ikut. Waktu itu masih masa pandemi. Sehingga disdikpora mengusung tema pembelajaran daring (online). Kebetulan, sejak sekolah di lock down, guru wajib mengajar secara daring. Saya kembangkan blog ini menjadi modul elektronik interaktif. Alhamdulillah, jadi juara 1. Nggak nyangka sih. Karena kurikulum berganti, ya terpaksa bongkar bongkar lagi. Tapi kalau mau baca-baca, jejak digitalnya masih ada di arsip.
Yaroh Mustain, S.Si-SMP Negeri 1 Bangsri
ABSTRAK
Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) selama masa pandemi menuntut
adanya inovasi media pembelajaran yang berkualitas agar peserta didik tetap
mendapatkan layanan pendidikan yang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk
mendeskripsikan proses desain, pengembangan, dan penerapan modul elektronik
(e-modul) dengan memanfaatkan media blog (Blogger) sebagai sumber belajar
mandiri mata pelajaran IPA bagi peserta didik kelas IX di SMP Negeri 1 Bangsri.
Pemilihan platform blog didasarkan pada keunggulannya yang fleksibel, tidak
memerlukan domain berbayar, dapat memuat multimedia (teks, gambar, video), dan
lebih hemat kuota data dibandingkan aplikasi pertemuan virtual lainnya.
E-modul ini dikembangkan dengan memenuhi karakteristik modul
yang mandiri (Self Instruction), utuh (Self Contained), dan ramah
pengguna (User Friendly) melalui penggunaan bahasa yang sederhana serta
komunikatif. Langkah-langkah pengembangan meliputi desain tampilan blog yang menarik,
penyusunan sistematika artikel sesuai kaidah modul, integrasi video
pembelajaran dari YouTube, serta penggunaan Google Form untuk evaluasi dan
presensi.
Hasil penerapan menunjukkan bahwa penggunaan blog "Mudah
Belajar IPA secara Daring" sangat efektif, dengan rata-rata kunjungan
mencapai 1344,2 kali per artikel. Berdasarkan data kuesioner, sebanyak 89,57%
peserta didik menyatakan setuju dan sangat setuju bahwa e-modul berbasis blog
ini sangat membantu mereka dalam belajar mandiri selama masa pandemi.
Kesimpulannya, desain blog yang diubah menjadi e-modul merupakan solusi
edukatif yang efektif untuk mengatasi keterbatasan ruang dan waktu dalam
pembelajaran jarak jauh.
Kata Kunci: E-Modul, Blog (Blogger),
Pembelajaran Jarak Jauh, IPA, Pandemi.
Senin, 25 Mei 2026
BALASAN PERBUATAN DAN HUKUM KEKEKALAN ENERGI
Yaroh Mustain, S.Si (SMP Negeri 1 Bangsri)
Selama ini seolah-olah ada pembatas antara sains dan nilai-nilai religi. Kita kadang sulit menghubungkan antara konsep-konsep dalam sains atau hukum-hukum fisika dengan nilai-nilai religi yang terkandung di dalam kitab suci. Padahal ini sangat penting agar ilmu pengetahuan yang kita miliki dapat menjadi ‘wasilah’ dalam meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah SWT. Apalagi bagi seorang guru ini sudah menjadi tuntutan atas perubahan Standar Isi Pendidikan Dasar dan Menengah yang tertuang dalam Permendikbud Nomor 21 Tahun 2016. Kali saya akan membahas Hukum Kekekalan Energi.
“Energi
tidak dapat diciptakan maupun dimusnahkan tetapi dapat berubah dari satu bentuk
kebentuk yang lain”. Sejak duduk dibangku Sekolah Dasar kita sudah
diperkenalkan dengan kalimat tersebut. Kalimat tersebut merupakan pernyataan
dari Hukum I Termodinamika yang sering dikenal dengan hukum kekekalan energi. Bila
kita cermati dan renungkan sebetulnya pernyataan hukum I termodinamika tersebut
merupakan pengakuan manusia sebagai makhluk yang lemah yang hidupnya selalu
bergantung kepada Tuhan. Sebab keberlangsungan kehidupan ini bergantung pada
energi yang tidak bisa diciptakan oleh manusia dengan teknologi apapun. Manusia
hanya mampu menciptakan alat yang hanya merubah bentuk energi dari satu bentuk
ke bentuk yang lain.
Energi
merupakan kemampuan untuk melakukan kerja atau usaha. Secara dimensi energi dan
usaha memiliki dimensi yang sama yaitu ML2T-2, artinya
keduanya merupakan besaran yang sama. Pada kenyataannya hubungan keduanya
sangat erat, semakin besar usaha yang dilakukan maka semakin besar energi yang
dikeluarkan. Ini berarti ada kesetaraan antara energi dan usaha. Bila energi
itu kekal maka setiap energi yang kita keluarkan untuk melakukan kerja/
aktivitas/amal maka energi tidak akan bisa hilang tetapi akan berubah ke dalam
bentuk energi yang lain.
Sekarang
perhatikan ayat 7-8 dari Surat Al Zalzalah berikut.
فَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُ
“Barangsiapa
yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrah pun, niscaya Dia akan melihat
(balasan)nya”.
وَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَرَهُ
“dan
Barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrah pun, niscaya Dia akan
melihat (balasan)nya pula”.
Dua ayat tersebut merupakan jaminan
dari Allah SWT atas energi yang dikeluarkan manusia yang dikeluarkan dalam
bentuk amal perbuatan. Sekecil apapun energi yang telah dikeluarkan maka tidak
ada yang luput dari pengawasan Allah SWT. Tentu bukan sekedar terawasi dan
tercatat dalam buku catatan amal seseorang kecuali semuanya telah Allah sediakan
balasan yang setimpal tergantung dengan energi yang dikeluarkan manusia. Jika energi
yang dikeluarklan merupakan energin positif (kebaikan) maka akan mendapatkan
energi positif (balasan baik) sedangkan Jika energi yang dikeluarklan merupakan
energi negatif (kejahatan) maka akan mendapatkan energi negatif (balasan buruk)
pula. Hal ini juga dinyatakan dalam Alqur’an Surat An Najm ayat 39-41.
“Bahwasannya seseorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain. Dan bahwasannya seorang manusia tidak memperoleh selain apa yang diusahakannya.Dan bahwasannya usahanya itu kelak akan diberi balasan yang paling sempurna.”
(QS: An Najm : 39-41)
Balasan Kebaikan
Sudah
barang tentu semua orang menginginkan balasan atas kebaikan yang dilakukan.
Mungkin kita akan bertanya apakah semua kebaikan kita akan mendapatkan balasan?
Konsep
hukum kekekalan energi dan berdasarkan surat Al Zalzalah semua perbuatan akan
mendapatkan balasan. Tetapi yang perlu diingat adalah balasan yang diberikan
Allah bisa dibayar di dunia, di akhirat atau pada keduanya. Berbeda dengan balasan keburukan yang tanpa
syarat, untuk mendapatkan balasan kebaikan ada syarat yang harus dipenuhi.
Syarat yang pertama adalah Ikhlas. Ikhlas berbeda makna dengan rela.
Ikhlas berasal dari kata Kholaso yang artinya bersih, yaitu bersih dari segala
kesyirikan baik syirik kecil seperti riya maupun syirik besar, yaitu
menyekutukan Allah sehingga batal imannya.
Dalam
Surat An Nahl Allah berfirman :
مَنْ
عَمِلَ صَالِحًا مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ
حَيَاةً طَيِّبَةً وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُمْ بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا
يَعْمَلُونَ
Barangsiapa
yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam
keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang
baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala
yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan. (QS. An Nahl:97)
Dalam surat Al Kahfi Allah berfirman :
Sesunggunya sesembahan kalian adalah sesembahan yang esa,
barangsiapa yang mengharapkan perjumpaan dengan Robbnya maka hendaklah ia beramal ibadah dengan amalan yang sholeh dan tidak menyekutukan Robbnya dalam amal ibadahnya
dengan suatu apapun“. (QS : Al
Kahfi: 110).
Dalam ayat
diatas maka beriman merupakan syarat mutlak seseorang agar amal perbuatannya
mendapatkan balasan diakhirat.
Syarat
kedua adalah melaksanakan perintah. Hal
yang paling mendasar adalah bahwa seorang mukmin melakukan sesuatu haruslah
berdasarkan perintah. Dalam kaidah ushul fiqih menyatakan bahwa hukum asal dari
ibadah adalah haram kecuali adanya perintah dari Allah dan Rasul-Nya.
Rasulullah dan para shahabat tidak melaksanakan sholat kecuali setelah ada
perintah sholat, tidak melaksanakan puasa kecuali setelah ada perintah puasa,
tidak melaksanakan zakat kecuali setelah ada perintah zakat dan sebagainya.
Dalam sebuah hadits shohih disebutkan :
Dari Ummul Mukminin, ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Barangsiapa melakukan suatu amalan yang bukan ajaran kami, maka amalan tersebut tertolak.”
Dari uraian diatas, dapat dipetik sebuah kesimpulan untuk dapat diambil pelajaran. Pertama, tidak ada perbuatan yang tidak memberikan dampak, jika perbuatan itu baik maka dampaknya berupa kebaikan tetapi jika perbuatan itu buruk maka dampaknya adalah keburukan, maka berhati hatilah dalam berbuat baik berupa perkataan maupun perbuatan. Kedua, energi itu bersifat kekal. Energi yang telah dikeluarkan tidak akan pernah hilang selamnya, tetapi akan berubah menjadi energi bentuk lain yang akan diberikan pada lingkungan dan diri sendiri. Keluarkan energi postif karena ia akan menjadi tabungan energi positif. Ketiga, balasan terbaik dari kebaikan seseorang adalah balasan di akhirat, penuhilah syaratnya agar balasan yang diharapkan betul betul diwujudkan Allah subhanahu wa ta’ala.
Wallahu a’lamu bishshowaab...
