A. Melestarikan dan Menjaga Kesehatan Lingkungan
Lingkungan tempat tinggal
kita sangat memengaruhi kesehatan tubuh kita. Jika lingkungan bersih, kita akan
tumbuh menjadi anak yang sehat dan kuat. Sebaliknya, jika lingkungan rusak dan kotor,
berbagai masalah kesehatan akan muncul. Mari kita bahas satu per satu.
1.
Penyebaran Penyakit
Lingkungan yang kotor adalah
rumah yang paling disukai oleh kuman, bakteri, dan hewan pembawa penyakit
seperti nyamuk dan lalat. Ada beberapa faktor yang menyebabkan penyakit cepat
menyebar:
·
Tumpukan sampah terbuka yang dihinggapi
lalat. Lalat lalu terbang dan hinggap di makanan kita, menyebabkan penyakit
diare dan sakit perut.
·
Genangan air bersih di kaleng bekas atau ban
bekas. Nyamuk Aedes aegypti suka bertelur di sana dan menyebarkan penyakit
Demam Berdarah Dengue (DBD).
·
Saluran air atau selokan yang mampet sehingga
airnya hitam dan berbau. Ini menjadi sarang tikus yang membawa penyakit kencing
tikus (leptospirosis).
Cara pencegahannya sangat
mudah dan bisa kita lakukan sehari-hari. Kita harus menerapkan gerakan 3M Plus:
Menguras tempat penampungan air, Menutup rapat wadah air, dan Mendaur ulang
barang bekas agar tidak menjadi sarang nyamuk. Jangan lupa juga untuk selalu
mencuci tangan dengan sabun sebelum makan.
2.
Ketersediaan Air Bersih
Air adalah sumber kehidupan.
Tubuh kita sebagian besar terdiri dari air. Namun, tidak semua air di sekitar
kita layak untuk diminum atau digunakan. Air yang layak minum harus memenuhi
tiga syarat penting: tidak berwarna (jernih), tidak berbau, dan tidak berasa.
Saat ini, banyak sumber air
bersih seperti sungai dan air tanah yang tercemar oleh limbah detergen rumah
tangga, sampah plastik, dan limbah pabrik. Di daerah perkotaan, air tanah
sering kali sudah tidak layak minum karena terlalu dekat dengan tempat
pembuangan kotoran. Untuk menghemat dan menjaga ketersediaan air bersih, kita
harus menghemat penggunaan air di rumah, misalnya mematikan keran saat menyikat
gigi dan tidak membuang sisa bahan kimia ke dalam selokan.
3.
Pembuangan Sampah
Cobalah perhatikan
sekelilingmu. Apakah masih ada orang yang membuang sampah sembarangan? Perilaku
membuang sampah sembarangan, seperti membuang bungkus jajanan ke jalan atau
sungai, adalah kebiasaan buruk yang merusak alam. Sampah plastik membutuhkan
waktu puluhan hingga ratusan tahun untuk hancur di dalam tanah.
Aksi nyata yang bisa kita
lakukan sebagai siswa untuk mendukung program pengurangan sampah adalah
menerapkan prinsip 3R:
·
Reduce (Mengurangi): Mengurangi penggunaan
plastik sekali pakai, misalnya dengan membawa botol minum (tumbler) dan kotak
bekal sendiri ke sekolah.
·
Reuse (Gunakan Kembali): Menggunakan kembali
wadah yang masih bagus, misalnya menggunakan kaleng bekas menjadi pot tanaman.
·
Recycle (Daur Ulang): Memisahkan sampah organik
(sisa makanan, daun) untuk dijadikan pupuk kompos, dan sampah anorganik (botol
plastik, kertas) untuk didaur ulang.
4.
Sampah Tekstil dan Fast Fashion
Pernahkah kamu mendengar
istilah 'Fast Fashion'? Ini adalah fenomena industri pakaian yang memproduksi
baju dengan sangat cepat, murah, dan mengikuti tren yang cepat berubah.
Akibatnya, orang-orang menjadi suka membeli baju baru meskipun baju lamanya
masih bagus, lalu cepat membuangnya ketika trennya sudah lewat.
Kebiasaan ini menghasilkan
'sampah tekstil' yang sangat banyak. Kain baju yang terbuat dari bahan sintetis
seperti poliester sebenarnya adalah plastik, sehingga sangat sulit hancur di
alam. Selain itu, proses pewarnaan baju di pabrik sering kali membuang limbah
kimia berbahaya ke sungai. Aksi nyata yang bisa kita lakukan adalah: merawat
baju kita dengan baik agar tidak cepat rusak, tidak membeli baju hanya karena
ikut-ikutan tren, dan menyumbangkan baju yang sudah kekecilan kepada orang lain
yang membutuhkan.
B.
Mengatasi Dampak Perubahan Iklim
1.
Penyebab dan Dampak Pemanasan Global
Pemanasan global adalah
peristiwa meningkatnya suhu rata-rata di permukaan bumi sehingga bumi terasa
semakin panas. Penyebab utamanya adalah efek rumah kaca yang berlebihan. Panas
matahari yang masuk ke bumi seharusnya dipantulkan kembali ke luar angkasa.
Namun, karena udara kita penuh dengan gas polusi (seperti asap kendaraan, asap
pabrik, dan pembakaran hutan), panas tersebut terjebak di bumi. Gas-gas polusi
ini disebut Gas Rumah Kaca (contohnya karbon dioksida).
Dampak dari pemanasan global
sangat berbahaya: es di kutub utara dan selatan mencair, permukaan air laut
naik sehingga pulau-pulau kecil terancam tenggelam, dan cuaca menjadi kacau
(musim kemarau menjadi sangat panas dan panjang, atau terjadi hujan badai yang
tiba-tiba).
[Eksperimen Sederhana Efek
Rumah Kaca]
Kita bisa menginvestigasi
proses ini lewat percobaan mudah di rumah:
·
Siapkan dua buah stoples kaca kosong dan dua
buah termometer udara.
·
Masukkan satu termometer ke dalam stoples
pertama, biarkan stoples tetap terbuka.
·
Masukkan satu termometer lagi ke dalam
stoples kedua, lalu tutup rapat mulut stoples menggunakan plastik bening dan
ikat dengan karet.
·
Letakkan kedua stoples di bawah terik
matahari selama 20-30 menit.
Hasilnya, suhu pada
termometer di stoples yang ditutup plastik akan jauh lebih tinggi daripada
stoples yang terbuka. Plastik bening itu menahan panas matahari keluar, persis
seperti gas rumah kaca yang menahan panas di bumi kita.
2.
Penggunaan Gawai dan Jejak Karbon Digital
Mungkin kamu bingung, apa
hubungannya main HP (gawai) dengan bumi yang semakin panas? Setiap kali kita
menonton video streaming, bermain game online, mengirim pesan instan, atau
menyimpan foto di internet, aktivitas itu membutuhkan pusat data (data center)
berbentuk komputer raksasa yang bekerja 24 jam tanpa henti.
Komputer raksasa ini
membutuhkan energi listrik yang sangat luar biasa besar agar tidak kepanasan
dan tidak mati. Di dunia, termasuk Indonesia, sebagian besar listrik masih
dibuat dengan membakar batu bara. Pembakaran batu bara menghasilkan asap karbon
dioksida yang merusak langit. Inilah yang disebut 'Jejak Karbon Digital'. Jadi,
semakin lama kita bermain gawai secara tidak bijak, semakin banyak listrik yang
dihabiskan, dan semakin besar pula sumbangan kita terhadap pemanasan global.
3.
Usaha Mencegah Pemanasan Global
Kita tidak boleh tinggal
diam! Kita harus melakukan aksi nyata untuk menyelamatkan bumi kita. Banyak
cara kreatif yang bisa kita lakukan:
·
Menanam tanaman atau pohon di sekitar rumah
dan sekolah karena pohon bertindak sebagai pahlawan yang menyerap gas karbon
dioksida.
·
Mengurangi penggunaan kendaraan bermotor jika
jaraknya dekat; lebih baik berjalan kaki atau naik sepeda.
·
Membatasi waktu bermain gawai (gadget) dan
mematikan aplikasi yang tidak digunakan untuk mengurangi jejak karbon digital.
·
Membuat media kreatif seperti poster digital,
komik pendek, atau video singkat di media sosial untuk mengajak teman-teman
menghemat energi.
C.
Mengatasi Krisis Energi
1.
Penyebab Krisis Energi
Energi yang kita gunakan
untuk menyalakan lampu, TV, AC, dan bensin untuk motor kita sebagian besar
berasal dari sumber energi fosil, yaitu minyak bumi, gas alam, dan batu bara.
Fosil-fosil ini terbentuk dari sisa makhluk hidup yang terkubur di dalam bumi
selama jutaan tahun lamanya.
Penyebab krisis energi
adalah jumlah energi fosil ini semakin menipis karena terus-menerus diambil,
sementara manusia yang membutuhkannya semakin banyak. Jika energi fosil ini
habis, kita tidak bisa memproduksinya lagi dalam waktu cepat. Dampaknya, harga
bahan bakar menjadi sangat mahal, terjadi pemadaman listrik, dan aktivitas
manusia bisa lumpuh total.
2.
Energi Alternatif
Untuk mencegah terjadinya
krisis energi, manusia harus segera beralih ke Energi Alternatif atau Energi
Terbarukan. Energi terbarukan adalah energi yang disediakan oleh alam, tidak
akan pernah habis, dan ramah lingkungan karena tidak menghasilkan asap polusi
berbahaya. Contoh energi alternatif meliputi:
·
Energi Matahari: Menggunakan panel surya
untuk mengubah sinar matahari langsung menjadi energi listrik.
·
Energi Angin: Menggunakan kincir angin besar
untuk memutar generator yang menghasilkan listrik.
·
Energi Air: Memanfaatkan aliran air sungai
atau air terjun untuk memutar turbin pembangkit listrik.
Dari sudut pandang kita
sebagai siswa, solusi terbaik untuk mencegah krisis energi adalah dengan
membiasakan hidup hemat energi: mematikan lampu kamar saat siang hari, mencopot
pengisi daya HP dari stopkontak jika baterai sudah penuh, dan mematikan kipas
angin saat meninggalkan ruangan.
D.
Meningkatkan Ketersediaan Pangan
1.
Tantangan Ketersediaan Pangan
Pangan artinya makanan.
Ketersediaan pangan berarti kemampuan kita untuk menyediakan makanan yang cukup
bagi seluruh manusia di bumi. Saat ini, ada banyak tantangan berat dalam
menyediakan pangan:
·
Jumlah penduduk bumi bertambah sangat cepat,
sehingga kebutuhan makanan juga melonjak.
·
Banyak lahan pertanian dan sawah yang diubah
menjadi perumahan, gedung, atau jalan tol.
·
Perubahan iklim menyebabkan cuaca buruk,
banjir, atau kemarau panjang yang membuat petani gagal panen.
Jika ketersediaan pangan
terganggu, dampaknya adalah kelaparan, gizi buruk pada anak-anak, dan harga
bahan makanan yang melambung tinggi sehingga tidak mampu dibeli oleh masyarakat
miskin.
2.
Upaya Meningkatkan Ketersediaan Pangan
Manusia terus mengembangkan
teknologi modern untuk mengatasi masalah ini. Salah satu teknologi yang sangat
cocok dikembangkan di lahan sempit adalah Hidroponik, yaitu cara menanam
tanaman (seperti sayuran) tanpa menggunakan tanah, melainkan menggunakan air
yang diberi nutrisi khusus. Ada juga teknik Vertikultur, yaitu menanam dengan
cara menyusun pot secara bertingkat ke atas.
Sebagai siswa, kita bisa
ikut berperan aktif mendukung ketahanan pangan dengan memanfaatkan pekarangan
rumah atau sekolah kita. Kita bisa menanam tanaman pangan sederhana di pot atau
botol bekas, seperti menanam cabai, tomat, sawi, atau daun bawang. Tindakan
kecil ini sangat membantu mencukupi kebutuhan sayuran segar bagi keluarga kita
sendiri.
3.
Fenomena Makanan Sisa (Food Waste)
Pernahkah kamu melihat orang
yang mengambil makanan banyak di pesta atau warung makan, tetapi tidak
dihabiskan dan akhirnya dibuang ke tong sampah? Makanan yang dibuang ini
disebut Food Waste (sampah makanan). Ini adalah masalah yang sangat besar di
dunia.
Membuang-buang makanan
berarti kita menyia-nyiakan air, pupuk, lahan, dan kerja keras petani yang
merawat tanaman tersebut. Selain itu, tumpukan sampah makanan di tempat
pembuangan akhir (TPA) akan membusuk dan menghasilkan gas metana. Gas metana
ini adalah gas rumah kaca yang jauh lebih kuat daripada karbon dioksida dalam
memicu pemanasan global!
Solusi terbaik dari diri
kita adalah: Selalu ambil makanan secukupnya, dan pastikan menghabiskannya
tanpa sisa. Jika ada sisa makanan mentah seperti kulit buah atau potongan sayur
dari dapur, kita bisa memanfaatkannya dengan cara mengolahnya menjadi pupuk
kompos untuk menyuburkan tanaman kita kembali.
E.
Ujian Sumatif
Pilihlah satu jawaban yang
paling tepat dengan memberi tanda silang (X) pada huruf A, B, C, atau D!
1.
Penyakit demam berdarah (DBD) ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti.
Manakah faktor lingkungan yang paling mendukung penyebaran penyakit ini?
A. Selokan yang airnya mengalir deras
B. Genangan air bersih pada kaleng bekas di halaman
C. Tumpukan sampah plastik yang kering
D. Air sungai yang berwarna keruh
2.
Lalat sering kali menjadi perantara penyebaran penyakit perut seperti diare.
Faktor utama yang menyebabkan lalat membawa kuman ke makanan manusia adalah...
A. Lalat suka terbang di tempat yang tinggi
B. Kebiasaan lalat hinggap di tempat sampah kotor sebelum
hinggap di makanan
C. Lalat berkembang biak di air mengalir
D. Lalat memiliki sayap yang mengandung racun
3.
Roni ingin mengetahui apakah air sumur di rumahnya layak digunakan untuk
keperluan minum. Ciri fisik air layak minum yang benar adalah...
A. Berwarna agak kuning, hangat, dan manis
B. Jernih, tidak berbau, dan tidak memiliki rasa
C. Jernih, berbau harum, dan rasanya tawar
D. Berwarna jernih, dingin, dan memiliki rasa manis
4.
Di sebuah desa, banyak warga membuang limbah sisa sabun cuci langsung ke tanah
dekat sumur. Dampak jangka panjang yang paling mungkin terjadi adalah...
A. Air sumur menjadi semakin melimpah
B. Air sumur tercemar sehingga tidak layak dikonsumsi
C. Tanah di sekitar sumur menjadi sangat subur
D. Nyamuk tidak mau bertelur di sekitar sumur
5.
Plastik merupakan bahan anorganik yang sangat sulit terurai secara alami di
dalam tanah. Tindakan 'Reduce' yang paling tepat dilakukan seorang siswa di
sekolah adalah...
A. Membakar semua sampah plastik di belakang kelas
B. Membawa botol minum sendiri yang bisa dicuci ulang
dari rumah
C. Mengumpulkan botol plastik untuk dijual ke pengepul
D. Mengubur sampah plastik di dalam tanah halaman sekolah
6.
Perhatikan perilaku berikut!
1) Membawa tas belanja kain saat ke supermarket
2) Membuat kerajinan tangan dari botol plastik bekas
3) Membeli minuman kemasan plastik setiap hari
4) Membuang sisa makanan ke tempat sampah organik
Perilaku yang mendukung aksi nyata pengurangan sampah plastik ditunjukkan oleh
nomor...
A. 1 dan 2
B. 1 dan 3
C. 2 dan 4
D. 3 dan 4
7.
Mengapa fenomena 'Fast Fashion' dianggap merusak lingkungan hidup?
A. Karena model bajunya selalu kuno dan tidak menarik
B. Karena memicu produksi pakaian massal yang cepat
dibuang dan menjadi sampah tekstil sulit urai
C. Karena harga pakaian menjadi sangat mahal sehingga
tidak terbeli
D. Karena baju yang diproduksi tidak menggunakan kain
sama sekali
8.
Sebagian besar pakaian fast fashion menggunakan bahan sintetis seperti
poliester. Mengapa bahan poliester berbahaya bagi lingkungan saat dibuang?
A. Karena poliester mudah terbakar sendiri di alam
B. Karena poliester terbuat dari serat plastik yang
membutuhkan ratusan tahun untuk terurai
C. Karena poliester dapat menguap menjadi gas beracun di
udara
D. Karena poliester sangat disukai oleh hama tikus
9.
Tindakan nyata yang bisa dilakukan siswa untuk mengurangi tumpukan sampah
tekstil di rumahnya adalah...
A. Membakar baju-baju lama yang sudah tidak muat
B. Membeli baju baru setiap minggu agar selalu mengikuti
tren
C. Merawat baju dengan baik dan memberikan baju layak
pakai yang kekecilan kepada yang membutuhkan
D. Membuang baju bekas langsung ke aliran sungai
10.
Limbah pewarna kimia cair dari pabrik tekstil dibuang langsung ke sungai tanpa
diolah. Dampak yang dirasakan oleh ekosistem sungai tersebut adalah...
A. Air sungai menjadi subur dan ikan berkembang cepat
B. Matinya biota sungai seperti ikan dan tanaman air
karena kekurangan oksigen dan terkena racun
C. Air sungai menjadi jernih dan berubah menjadi wangi
D. Sungai menjadi semakin dalam dan arusnya deras
11.
Pemanasan global terjadi akibat adanya efek rumah kaca yang berlebihan di
atmosfer bumi. Gas yang paling banyak menyumbang efek rumah kaca dari aktivitas
pembakaran bahan bakar adalah...
A. Oksigen
B. Karbon dioksida
C. Nitrogen
D. Hidrogen
12.
Salah satu dampak nyata dari pemanasan global yang mengancam keselamatan
wilayah pesisir pantai adalah...
A. Air laut menjadi semakin tawar
B. Mencairnya es di kutub sehingga permukaan air laut
naik
C. Menurunnya jumlah ombak di lautan
D. Berubahnya warna air laut menjadi hijau seluruhnya
13.
Dalam percobaan sederhana efek rumah kaca menggunakan dua buah stoples di bawah
sinar matahari, stoples yang ditutup rapat plastik bening mengalami kenaikan
suhu lebih tinggi karena...
A. Plastik bening menghasilkan panas secara mandiri
B. Plastik bening menahan panas matahari di dalam stoples
agar tidak bisa keluar
C. Plastik bening memantulkan seluruh cahaya matahari
D. Stoples yang tertutup menarik udara dingin dari luar
14.
Bagaimana internetan dan bermain gawai (gadget) terlalu lama dapat menyumbang
peningkatan jejak karbon digital?
A. Layar HP mengeluarkan gas karbon dioksida secara
langsung saat disentuh
B. Aktivitas digital membutuhkan data center raksasa yang
menggunakan listrik sangat besar dari pembangkit berbahan batu bara
C. Sinyal HP dapat membakar daun-daun pohon di sekitar
kita
D. Baterai gawai terbuat dari arang batu bara murni
15.
Manakah langkah paling bijak bagi seorang siswa untuk mengurangi jejak karbon
digital dalam kehidupan sehari-hari?
A. Menyalakan TV, laptop, dan HP secara bersamaan
sepanjang hari
B. Membatasi waktu layar (screen time) dan mematikan
aplikasi atau video streaming yang tidak ditonton
C. Menghapus semua nomor kontak di HP
D. Tidak mau menggunakan gawai sama sekali selamanya
16.
Pohon dan tanaman hijau memiliki peran yang sangat besar dalam menekan laju
pemanasan global karena mampu...
A. Menghasilkan gas karbon dioksida saat siang hari
B. Menyerap gas karbon dioksida dari udara untuk proses
fotosintesis
C. Menahan air hujan agar tidak menguap ke langit
D. Mengubah sinar matahari menjadi energi listrik alami
17.
Andi ingin membuat media kreatif untuk mengajak warga sekolahnya menghemat
energi demi mencegah pemanasan global. Media apa yang paling cocok dan ramah
lingkungan?
A. Mencetak ribuan lembar brosur kertas lalu disebar di
jalanan
B. Membuat poster digital menarik dan mengunggahnya di
media sosial sekolah
C. Menulis ajakan menggunakan cat semprot di dinding
sekolah
D. Berteriak menggunakan pengeras suara di koridor
sepanjang hari
18.
Perubahan iklim global menyebabkan jadwal musim hujan dan kemarau di Indonesia
menjadi tidak menentu. Hal ini sangat merugikan bagi...
A. Karyawan kantor yang bekerja di dalam ruangan
B. Petani yang kesulitan menentukan waktu yang tepat
untuk menanam padi
C. Penjual pakaian di pusat perbelanjaan modern
D. Produsen gawai pintar di luar negeri
19.
Ketika kita membiarkan charger HP tetap terpasang di stopkontak padahal HP
tidak sedang dicas, hal yang terjadi adalah...
A. Aliran listrik otomatis berhenti total
B. Charger tetap menyedot energi listrik (arus hantu) dan
membuang energi sia-sia
C. Baterai HP di dekatnya akan terisi lewat udara
D. Tegangan listrik di rumah akan turun menjadi nol
20.
Aksi nyata di lingkungan sekolah yang mencerminkan upaya pencegahan pemanasan
global secara berkelompok adalah...
A. Mengadakan lomba lari keliling lapangan
B. Membuat gerakan menanam pohon bersama di halaman
sekolah dan merawatnya
C. Membeli jajanan kemasan plastik dalam jumlah banyak
D. Menyalakan lampu kelas sepanjang hari meskipun terang
21.
Mengapa minyak bumi dan batu bara disebut sebagai sumber energi yang tidak
terbarukan?
A. Karena harganya sangat murah dan mudah didapatkan
B. Karena jumlahnya terbatas dan butuh waktu jutaan tahun
untuk terbentuk kembali jika habis
C. Karena tidak menghasilkan asap polusi sama sekali saat
dibakar
D. Karena dapat diproduksi di pabrik dalam waktu satu
hari
22.
Ketergantungan manusia yang terlalu tinggi pada bahan bakar fosil dapat memicu
krisis energi karena...
A. Bahan bakar fosil semakin lama semakin bertambah
banyak di dalam bumi
B. Jumlah cadangan fosil di bumi terus menipis sementara
kebutuhan manusia terus meningkat
C. Bahan bakar fosil tidak bisa diubah menjadi energi
listrik
D. Pemerintah melarang penggunaan bensin secara total
23.
Energi alternatif sangat diperlukan untuk masa depan bumi kita. Karakteristik
utama dari energi alternatif adalah...
A. Harganya sangat mahal dan cepat habis
B. Ramah lingkungan dan tidak akan habis karena terus
diperbarui oleh alam
C. Menghasilkan asap hitam yang tebal saat digunakan
D. Hanya bisa digunakan di daerah kutub saja
24.
Alat yang digunakan untuk menangkap energi dari pancaran sinar matahari dan
mengubahnya menjadi energi listrik dinamakan...
A. Turbin angin
B. Panel surya (Solar Cell)
C. Generator AC
D. Komutator
25.
Di daerah pegunungan yang memiliki aliran sungai yang sangat deras, pembangkit
listrik yang paling cocok dan ramah lingkungan untuk dibangun adalah...
A. PLTU (Pembangkit Listrik Tenaga Uap/Batu Bara)
B. PLTA (Pembangkit Listrik Tenaga Air)
C. PLTN (Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir)
D. Pembangkit menggunakan bahan bakar solar
26.
Bagaimana kincir angin raksasa pada pembangkit listrik tenaga angin dapat
menghasilkan energi listrik?
A. Angin meniup kincir hingga panas, lalu panasnya diubah
jadi listrik
B. Tiupan angin memutar baling-baling kincir, lalu
putaran tersebut memutar generator listrik
C. Kincir angin menyerap listrik langsung dari awan di
langit
D. Kincir angin berputar memompa minyak bumi keluar dari
tanah
27.
Sebagai seorang siswa, tindakan hemat energi terkecil yang bisa dilakukan di
dalam ruang kelas saat jam istirahat siang hari yang terang adalah...
A. Menyalakan seluruh lampu kelas agar terlihat meriah
B. Mematikan lampu kelas yang tidak diperlukan karena
sudah ada cahaya matahari
C. Membiarkan komputer kelas menyala tanpa digunakan
D. Menyalakan kipas angin dan mengarahkannya ke luar
jendela
28.
Salah satu keuntungan menggunakan energi alternatif dibandingkan dengan
membakar batu bara adalah...
A. Energi alternatif menghasilkan sisa abu yang sangat
beracun
B. Energi alternatif tidak menghasilkan gas rumah kaca
sehingga menjaga bumi tetap sejuk
C. Energi alternatif lebih cepat habis daripada batu bara
D. Energi alternatif merusak lapisan ozon dengan cepat
29.
Jika terjadi krisis energi listrik di suatu wilayah, dampak yang paling
langsung dirasakan oleh aktivitas belajar siswa di sekolah pada malam hari
adalah...
A. Buku pelajaran menjadi hilang
B. Terganggunya aktivitas belajar karena lampu padam dan
gawai tidak bisa dicas
C. Nilai ujian otomatis menjadi bagus semua
D. Sekolah diliburkan selama satu tahun penuh
30.
Mengapa mematikan televisi ketika tidak ada orang yang menonton merupakan
solusi nyata pencegahan krisis energi?
A. Karena dapat membuat televisi menjadi awet selamanya
B. Karena mengurangi konsumsi listrik harian sehingga
menghemat cadangan energi nasional
C. Karena televisi dapat mengeluarkan radiasi berbahaya
jika ditonton
D. Karena menghemat kuota internet rumah
31.
Tantangan utama dalam menjaga ketersediaan pangan bagi seluruh penduduk bumi di
masa sekarang adalah...
A. Manusia semakin tidak suka makan nasi
B. Alih fungsi lahan pertanian menjadi area perumahan dan
industri di tengah pertumbuhan penduduk yang cepat
C. Petani beralih profesi menjadi astronot
D. Jumlah tanaman padi terlalu banyak di dunia
32.
Dampak buruk yang langsung terjadi jika suatu negara mengalami kegagalan ketersediaan
pangan akibat kemarau panjang adalah...
A. Harga makanan menjadi sangat murah
B. Ancaman kelaparan dan peningkatan angka gizi buruk
pada anak-anak
C. Masyarakat menjadi malas berbelanja
D. Jumlah air bersih bertambah banyak
33.
Teknologi menanam tanaman dengan menggunakan media air bernutrisi tanpa
menggunakan tanah sama sekali disebut...
A. Terasing
B. Hidroponik
C. Reboisasi
D. Rotasi tanaman
34.
Bagaimana cara menanam vertikultur membantu meningkatkan ketersediaan pangan di
daerah perkotaan yang padat penduduk?
A. Menanam tanaman di dalam air sungai
B. Memanfaatkan ruang sempit dengan menyusun wadah
tanaman secara bertingkat ke atas
C. Menanam tanaman raksasa yang buahnya banyak
D. Menanam tanaman di atas atap mobil
35.
Siswa dapat berperan dalam mendukung ketersediaan pangan keluarga dengan cara
memanfaatkan pekarangan rumah yang sempit untuk...
A. Membangun lapangan bola mini
B. Menanam sayuran produktif seperti cabai dan tomat di
pot atau polibag
C. Menimbun sampah plastik di dalam tanah
D. Membiarkan rumput liar tumbuh setinggi rumah
36.
Apa yang dimaksud dengan fenomena 'Food Waste' dalam isu lingkungan?
A. Membeli makanan yang sehat dan bergizi seimbang
B. Perilaku membuang-buang makanan yang sebenarnya masih
layak dikonsumsi
C. Mengolah sisa makanan menjadi pupuk tanaman yang subur
D. Memasak makanan dalam jumlah yang pas untuk keluarga
37.
Mengapa membuang-buang makanan sisa ke tempat sampah dapat memperparah
pemanasan global?
A. Makanan sisa memantulkan cahaya matahari ke langit
B. Makanan sisa yang membusuk di TPA menghasilkan gas
metana, salah satu gas rumah kaca yang sangat kuat
C. Makanan sisa mengundang lalat yang menghasilkan panas
tubuh
D. Makanan sisa merusak estetika tempat pembuangan sampah
38.
Ketika kita membuang sepiring nasi yang tidak habis dimakan, hal berharga yang
ikut tersia-siakan secara tidak langsung adalah...
A. Air, pupuk, waktu, dan kerja keras petani yang menanam
padi tersebut
B. Piring dan sendok yang digunakan untuk makan
C. Gas oksigen yang ada di dalam rumah
D. Warna baju yang kita gunakan saat makan
39.
Solusi terbaik untuk mencegah terjadinya food waste di lingkungan rumah kita
sendiri adalah...
A. Mengambil makanan sebanyak-banyaknya lalu membuang
yang tidak enak
B. Mengambil porsi makanan secukupnya dan berkomitmen
menghabiskannya
C. Membeli makanan instan yang banyak untuk disimpan
sampai kedaluwarsa
D. Melarang anggota keluarga untuk makan bersama
40.
Sisa potongan sayuran mentah dan kulit buah dari dapur rumah tangga dapat
dimanfaatkan agar tidak menumpuk di tempat sampah dengan cara...
A. Dibakar di depan rumah sampai habis
B. Diolah menjadi pupuk kompos organik untuk menyuburkan
tanaman
C. Dibuang ke dalam saluran air selokan
D. Disimpan di dalam lemari pakaian
F.
Kunci Jawaban dan Pembahasan
1. Jawaban: B. Faktor
genangan air bersih di wadah terbuka merupakan tempat berkembang biak utama
nyamuk Aedes aegypti penular DBD. (LOTS)
2. Jawaban: B. Lalat membawa
kuman karena sering hinggap di tempat kotor/sampah terlebih dahulu sebelum
hinggap ke makanan kita. (LOTS)
3. Jawaban: B. Syarat fisik
air bersih layak konsumsi adalah jernih, tidak berbau, dan tidak berasa. (LOTS)
4. Jawaban: B. Limbah sabun
cuci kimia yang meresap ke dalam tanah dekat sumur akan mencemari kualitas air
tanah. (MOTS)
5. Jawaban: B. Membawa botol
minum sendiri (tumbler) merupakan aksi nyata 'Reduce' karena langsung
mengurangi pembelian plastik sekali pakai. (MOTS)
6. Jawaban: A. Pernyataan 1
(tas belanja kain) dan 2 (kerajinan botol bekas) adalah aksi nyata mengurangi
dan memakai kembali sampah plastik. (MOTS)
7. Jawaban: B. Fast fashion
merusak alam karena memicu pola konsumsi baju murah sekali pakai yang cepat
menumpuk jadi sampah tekstil abadi. (HOTS)
8. Jawaban: B. Poliester
dibuat dari minyak bumi/serat serat plastik, sehingga tidak bisa hancur dengan
cepat di alam. (MOTS)
9. Jawaban: C. Merawat
pakaian dengan baik dan mendonasikannya saat sudah tidak muat mencegah baju
langsung dibuang ke TPA. (MOTS)
10. Jawaban: B. Zat kimia
berbahaya pewarna tekstil meracuni air sungai, memotong pasokan oksigen, dan
membunuh makhluk hidup di dalamnya. (HOTS)
11. Jawaban: B. Gas karbon
dioksida (CO2) hasil pembakaran bahan bakar fosil adalah penyumbang terbesar
efek rumah kaca. (LOTS)
12. Jawaban: B. Kenaikan
suhu global mencairkan es abadi di kutub, menambah volume air laut, dan
menaikkan permukaan air laut dunia. (LOTS)
13. Jawaban: B. Plastik
bening bertindak menyerupai gas rumah kaca di atmosfer: membiarkan cahaya masuk
tetapi mengurung energi panas di dalam. (HOTS)
14. Jawaban: B. Jejak karbon
digital tercipta karena server/data center internet dunia membutuhkan pasokan
listrik raksasa dari PLTU batu bara. (HOTS)
15. Jawaban: B. Bijak
membatasi waktu gawai dan mematikan video streaming yang tidak ditonton
langsung menurunkan beban pemakaian energi listrik. (MOTS)
16. Jawaban: B. Tumbuhan
adalah penyerap alami gas karbon dioksida di bumi untuk diolah menjadi oksigen
melalui fotosintesis. (LOTS)
17. Jawaban: B. Poster
digital sangat ramah lingkungan karena tidak membutuhkan penebangan pohon untuk
kertas dan jangkauannya luas via internet. (HOTS)
18. Jawaban: B.
Ketidakpastian cuaca mengacaukan perhitungan kalender tanam tradisional petani
sehingga rentan memicu gagal panen. (HOTS)
19. Jawaban: B. Charger yang
terus menempel di saklar tetap mengonsumsi listrik kecil (vampire power) secara
sia-sia. (MOTS)
20. Jawaban: B. Gerakan
menanam pohon bersama merupakan aksi nyata mitigasi pemanasan global berbasis
kelompok sekolah yang berkelanjutan. (MOTS)
21. Jawaban: B. Bahan bakar
fosil jumlahnya terbatas di bumi dan memerlukan jutaan tahun untuk terbentuk
kembali, sehingga tidak terbarukan. (LOTS)
22. Jawaban: B. Konsumsi
energi dunia melonjak tajam seiring pertambahan manusia, sedangkan pasokan
fosil terus menipis menuju habis. (MOTS)
23. Jawaban: B. Keunggulan
energi alternatif adalah ketersediaannya melimpah di alam, tidak habis, dan
bersih tanpa emisi gas rumah kaca. (LOTS)
24. Jawaban: B. Panel surya
dirancang khusus menangkap energi foton matahari dan mengubahnya menjadi arus
listrik searah. (LOTS)
25. Jawaban: B. Aliran
sungai deras di pegunungan sangat ideal untuk memutar kincir/turbin pada PLTA
tanpa polusi udara. (MOTS)
26. Jawaban: B. Energi
kinetik atau gerak dari tiupan angin memutar baling-baling, yang kemudian
memutar poros generator listrik. (MOTS)
27. Jawaban: B. Mematikan
lampu kelas saat siang hari yang cerah merupakan tindakan hemat energi yang
paling mudah dan nyata bagi siswa. (LOTS)
28. Jawaban: B. Energi
alternatif ramah iklim karena tidak melepaskan gas rumah kaca yang memicu pemanasan
global. (MOTS)
29. Jawaban: B. Padamnya
listrik mematikan fasilitas penerangan dan teknologi penunjang belajar mandiri
siswa pada malam hari. (HOTS)
30. Jawaban: B. Mematikan
peralatan elektronik yang menganggur memotong pemborosan listrik harian secara
nasional. (LOTS)
31. Jawaban: B. Pertumbuhan
jumlah penduduk dunia membutuhkan ruang tinggal, yang sering kali mengorbankan
lahan subur pertanian. (HOTS)
32. Jawaban: B. Ketiadaan
bahan pangan akibat kekeringan ekstrem langsung memicu bencana kelaparan dan
malanutrisi akut. (MOTS)
33. Jawaban: B. Hidroponik
adalah solusi pertanian modern tanpa tanah yang memanfaatkan air kaya nutrisi
mikro dan makro. (LOTS)
34. Jawaban: B. Vertikultur
menata tanaman secara vertikal/bertingkat ke atas, sangat hemat ruang untuk
wilayah perkotaan padat lahan. (HOTS)
35. Jawaban: B. Menanam
sayur sendiri di pot kecil melatih kemandirian pangan keluarga siswa dan
menghemat pengeluaran. (MOTS)
36. Jawaban: B. Food waste
adalah istilah spesifik untuk perilaku membuang makanan siap konsumsi yang
sebenarnya masih baik dan layak. (LOTS)
37. Jawaban: B. Sampah
organik makanan yang membusuk tanpa oksigen di TPA memproduksi gas metana (CH4)
yang berdaya rusak tinggi bagi atmosfer. (HOTS)
38. Jawaban: A. Saat
membuang makanan, kita juga membuang seluruh sumber daya alam (air, lahan) dan
tenaga yang dipakai untuk memproduksinya. (HOTS)
39. Jawaban: B. Mengambil
makanan sesuai kapasitas perut dan menghabiskannya adalah tameng utama
menghentikan food waste. (MOTS)
40. Jawaban: B. Sampah dapur
basah organik nabati dapat diurai bakteri menjadi pupuk kompos yang kaya unsur
hara untuk menyuburkan tanah. (MOTS)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar