Senin, 25 Mei 2026

Sistem Pernapasan dan Ekskresi

Struktur dan Fungsi Tubuh Makhluk Hidup- (Bagian II)

A. Sistem Pernapasan

Setiap makhluk hidup perlu bernapas untuk bertahan hidup. Bernapas adalah proses memasukkan oksigen ke dalam tubuh dan mengeluarkan karbon dioksida serta uap air. Oksigen digunakan tubuh untuk menghasilkan energi dari makanan yang kita makan.

1. Organ Pernapasan Manusia dan Fungsinya

·         Rongga Hidung: Tempat masuknya udara. Di dalam hidung terdapat rambut hidung untuk menyaring debu. Ada juga selaput lendir untuk menghangatkan dan melembapkan udara.

·         Faring (Tenggorokan): Saluran pertemuan antara jalan makanan dan jalan udara pernapasan.

·         Laring: Kotak suara yang menghubungkan faring dengan trakea. Di sini terdapat katup epiglotis yang mencegah makanan masuk ke saluran napas.

·         Trakea: Batang tenggorokan berupa pipa yang dindingnya memiliki rambut getar (silia). Silia berfungsi menyaring benda asing yang masuk bersama udara.

·         Bronkus: Cabang dari batang tenggorokan yang menuju ke paru-paru kanan dan paru-paru kiri.

·         Bronkiolus: Cabang-cabang yang lebih kecil dari bronkus di dalam paru-paru.

·         Alveolus: Kantung udara kecil di ujung bronkiolus. Di sinilah tempat terjadinya pertukaran oksigen dan karbon dioksida secara difusi.

2. Mekanisme Bernapas

Proses bernapas terdiri dari dua tahap utama, yaitu mengambil napas (Inspirasi) dan mengembuskan napas (Ekspirasi). Berdasarkan otot yang bekerja, mekanisme bernapas dibagi menjadi dua jenis:

·         Pernapasan Dada: Menggunakan otot antar tulang rusuk. Saat inspirasi, tulang rusuk terangkat, rongga dada membesar, dan udara masuk. Saat ekspirasi, tulang rusuk turun, rongga dada mengecil, dan udara keluar.

·         Pernapasan Perut: Menggunakan otot diafragma (sekat antara rongga dada dan perut). Saat inspirasi, otot diafragma mendatar, rongga dada membesar, dan udara masuk. Saat ekspirasi, diafragma melengkung ke atas, rongga dada mengecil, dan udara keluar.

3. Penyakit pada Sistem Pernapasan

·         Asma: Penyempitan saluran pernapasan akibat alergi debu, rambut, atau suhu dingin. Penderita biasanya merasa sesak napas.

·         Tuberkulosis (TBC): Infeksi paru-paru yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Gejalanya adalah batuk berdarah yang berlangsung lama.

·         Bronkitis: Radang pada dinding bronkus akibat infeksi virus atau bakteri, sering membuat penderita batuk berdahak.

·         Pneumonia (Paru-paru Basah): Infeksi pada alveolus yang menyebabkan kantung udara terisi cairan, sehingga dada terasa sakit dan sesak.

·         Influenza (Flu): Penyakit menular yang disebabkan oleh virus influenza, gejalanya berupa bersin, demam, dan pilek.

4. Kandungan dan Bahaya Rokok bagi Kesehatan

Asap rokok mengandung ribuan zat kimia berbahaya. Tiga zat paling berbahaya di dalam rokok adalah:
1. Nikotin: Zat yang menyebabkan kecanduan dan merusak pembuluh darah.
2. Tar: Zat lengket berwarna cokelat yang mengendap di paru-paru dan dapat memicu kanker.
3. Karbon Monoksida (CO): Gas beracun yang mengikat hemoglobin darah, sehingga tubuh kekurangan oksigen.

Bahaya ini mengancam dua kelompok orang:
- Perokok Aktif: Orang yang mengisap rokok secara langsung. Mereka berisiko tinggi terkena kanker paru-paru, serangan jantung, dan stroke.
- Perokok Pasif: Orang yang tidak merokok tetapi ikut menghirup asap rokok di sekitarnya. Perokok pasif juga mengalami bahaya yang sama besar, terutama anak-anak dan ibu hamil yang bisa mengalami gangguan janin.

B. Sistem Ekskresi/Pembuangan

Metabolisme di dalam tubuh menghasilkan zat sisa yang sudah tidak berguna dan bersifat racun. Sistem ekskresi bertugas mengeluarkan zat sisa tersebut agar tubuh kita tetap sehat.

1. Organ-Organ Ekskresi Manusia

·         Paru-paru: Mengeluarkan karbon dioksida (CO2) dan uap air (H2O) sebagai sisa proses pernapasan.

·         Kulit: Mengeluarkan keringat yang mengandung air, garam, dan sedikit urea untuk mengatur suhu tubuh.

·         Ginjal: Organ berbentuk seperti kacang merah yang bertugas menyaring darah dan mengeluarkan zat sisa berupa urin.

2. Struktur Ginjal

Ginjal manusia memiliki tiga lapisan utama:
1. Korteks (Kulit Ginjal): Lapisan luar tempat terdapatnya jutaan nefron (alat penyaring darah).
2. Medula (Sumsum Ginjal): Bagian tengah yang berbentuk kerucut, berfungsi menyalurkan urin.
3. Pelvis (Rongga Ginjal): Tempat penampungan urin sementara sebelum dialirkan ke kantung kemih melalui saluran ureter.

3. Proses Terbentuknya Urin

Proses penyaringan darah di dalam nefron ginjal berlangsung melalui tiga tahapan sederhana:

·         1. Filtrasi: Penyaringan darah yang terjadi di Glomerulus. Hasilnya adalah Urin Primer yang masih mengandung zat berguna seperti glukosa dan asam amino.

·         2. Reabsorpsi: Penyerapan kembali zat-zat yang masih berguna di Tubulus Kontortus Proksimal. Hasilnya adalah Urin Sekunder.

·         3. Augmentasi: Pengeluaran zat sisa yang sudah benar-benar tidak dibutuhkan tubuh di Tubulus Kontortus Distal. Hasilnya adalah Urin Sejati yang siap dibuang.

4. Analisis Kandungan Urin Normal

Urin orang yang sehat memiliki komposisi tertentu. Mari kita perhatikan tabel data komponen urin normal berikut:

Komponen Zat

Urin Normal

Keterangan Medis

Air

95% - 96%

Sebagai pelarut utama zat sisa

Urea & Amonia

Ada (Normal)

Zat sisa perombakan protein yang berbau khas

Garam Mineral

Ada (Normal)

Sisa garam dapur yang berlebih di tubuh

Glukosa (Gula)

Tidak Ada (0%)

Jika ada, indikasi penyakit Diabetes Melitus

Protein

Tidak Ada (0%)

Jika ada, indikasi kerusakan Glomerulus (Nefritis)

 

5. Penyakit pada Sistem Ekskresi (Ginjal)

·         Nefritis: Kerusakan pada nefron akibat infeksi bakteri, sehingga protein lolos ke dalam urin.

·         Batu Ginjal: Adanya endapan garam kalsium di dalam rongga ginjal atau saluran urin yang menyumbat keluarnya urin.

·         Gagal Ginjal: Kondisi ginjal yang sudah tidak berfungsi menyaring darah, sehingga penderita harus melakukan cuci darah (hemodialisis) teratur.

·         Diabetes Insipidus: Penyakit akibat kekurangan hormon ADH (Antidiuretik), menyebabkan penderita mengeluarkan urin sangat banyak secara berlebihan.

C. Ujian Sumatif

Pilihlah salah satu jawaban yang paling tepat dengan memberi tanda silang (X) pada huruf A, B, C, atau D!

1. Organ pernapasan manusia yang berfungsi sebagai tempat penyesuaian suhu dan kelembapan udara adalah...

A. Alveolus

B. Hidung

C. Trakea

D. Bronkus

2. Bagian tenggorokan yang berfungsi mencegah makanan masuk ke dalam saluran pernapasan saat kita menelan adalah...

A. Faring

B. Alveolus

C. Epiglotis

D. Rambut getar

3. Pertukaran gas oksigen dengan gas karbon dioksida di dalam paru-paru terjadi pada bagian...

A. Bronkiolus

B. Trakea

C. Alveolus

D. Laring

 

4. Rambut getar (silia) yang terdapat di sepanjang dinding dalam batang tenggorokan (trakea) memiliki kegunaan untuk...

A. Membantu mempercepat aliran oksigen

B. Menyaring benda asing dan debu yang masuk bersama udara

C. Menghangatkan suhu udara luar yang dingin

D. Membantu menghasilkan lendir pencerna bakteri

5. Ketika kita menghirup napas, udara secara berurutan melewati organ...

A. Hidung -> Laring -> Trakea -> Bronkus -> Alveolus

B. Hidung -> Alveolus -> Bronkus -> Trakea -> Laring

C. Hidung -> Trakea -> Laring -> Alveolus -> Bronkus

D. Hidung -> Bronkus -> Trakea -> Laring -> Alveolus

6. Pada pernapasan dada, aktivitas otot yang terjadi saat kita menghirup napas (inspirasi) adalah...

A. Otot diafragma berkontraksi mendatar

B. Otot antar tulang rusuk berkontraksi sehingga tulang rusuk terangkat

C. Otot antar tulang rusuk relaksasi sehingga tulang rusuk turun

D. Otot perut mengembang dan menekan dada

7. Saat seseorang mengembuskan napas pada pernapasan perut, kondisi otot diafragma yang benar adalah...

A. Mendatar karena kontraksi

B. Melengkung ke atas rongga dada karena relaksasi

C. Mengecil dan kaku

D. Terangkat menjauhi organ perut

8. Penyakit pernapasan yang ditandai dengan adanya gangguan penyempitan pada saluran pernapasan akibat alergi dinamakan...

A. Tuberkulosis

B. Influenza

C. Asma

D. Pneumonia

9. Bakteri Mycobacterium tuberculosis dapat merusak dinding alveolus dan menyebabkan penyakit...

A. Bronkitis

B. TBC

C. Asma

D. Flu Burung

10. Penyakit pneumonia atau sering disebut paru-paru basah berbahaya karena kantung alveolus penderita dipenuhi oleh...

A. Gas karbon monoksida

B. Cairan atau lendir akibat infeksi

C. Gumpalan tar rokok

D. Udara kering dari luar

11. Zat berbahaya di dalam rokok yang dapat menempel pada paru-paru, berwarna cokelat lengket, dan memicu kanker adalah...

A. Nikotin

B. Tar

C. Karbon Monoksida

D. Oksigen

12. Gas beracun dalam asap rokok yang sangat kuat mengikat hemoglobin darah sehingga tubuh kekurangan oksigen adalah...

A. Karbon Monoksida (CO)

B. Karbon Dioksida (CO2)

C. Nitrogen Oxide

D. Nikotin cair

13. Mengapa seorang perokok pasif tetap memiliki risiko kesehatan yang besar meskipun ia sendiri tidak merokok?

A. Karena perokok pasif memakan puntung rokok secara tidak sengaja

B. Karena asap sampingan dari rokok justru mengandung zat kimia berbahaya yang ikut terhirup

C. Karena sistem imun perokok pasif otomatis langsung turun drastis

D. Karena asap rokok hanya berbahaya jika mengenai kulit perokok pasif

14. Jika sebuah wadah kaca berisi air kapur ditiup dengan sedotan napas kita selama beberapa menit, air kapur tersebut akan berubah menjadi keruh. Percobaan ini membuktikan bahwa udara hasil embusan napas mengandung...

A. Oksigen

B. Karbon Dioksida

C. Nitrogen

D. Hidrogen

15. Saat berada di pegunungan yang tinggi dan berudara dingin, frekuensi pernapasan seseorang cenderung meningkat (bernapas lebih cepat). Hal ini terjadi karena...

A. Udara dingin memperbesar ukuran alveolus

B. Kadar oksigen di dataran tinggi lebih tipis sehingga tubuh butuh menghirup udara lebih sering

C. Tubuh berusaha membuang energi panas lewat paru-paru

D. Otot dada menjadi kaku akibat suhu yang sangat dingin

16. Seorang pasien datang ke dokter dengan gejala batuk berdahak selama 3 minggu, berat badan turun drastis, dan hasil rontgen menunjukkan bintik-bintik kerusakan pada jaringan paru-parunya. Pasien tersebut kemungkinan menderita...

A. Asma akut

B. Tuberkulosis (TBC)

C. Influenza biasa

D. Faringitis ringan

17. Nikotin dalam rokok sangat berbahaya bagi organ sistem peredaran darah perokok karena dapat...

A. Melarutkan sel darah putih

B. Menyebabkan kecanduan dan memicu penyempitan pembuluh darah

C. Meningkatkan kadar oksigen dalam darah secara berlebihan

D. Mengubah warna darah menjadi cokelat tua

 

18. Perhatikan aktivitas berikut:
1) Berlari cepat
2) Duduk santai
3) Tidur telentang
Urutan frekuensi pernapasan dari yang paling cepat ke yang paling lambat adalah...

A. 1 - 2 - 3

B. 3 - 2 - 1

C. 2 - 1 - 3

D. 1 - 3 - 2

19. Mengapa bernapas lewat hidung jauh lebih baik daripada bernapas lewat mulut?

A. Lewat mulut membuat udara terlalu banyak mengandung oksigen

B. Di dalam mulut tidak ada sistem penyaringan, pelembapan, dan penghangatan udara seperti di hidung

C. Mulut hanya boleh digunakan untuk jalur masuk air saja

D. Rongga mulut terlalu sempit untuk dilewati oleh gas karbon dioksida

20. Seorang anak kecil sering batuk-batuk dan sesak napas di rumahnya. Diketahui ayahnya adalah seorang perokok berat yang sering merokok di dalam ruang tamu. Anak tersebut merupakan contoh nyata korban dari...

A. Perokok aktif

B. Perokok pasif

C. Alergi makanan

D. Kurang olahraga

21. Di antara organ tubuh berikut yang bertugas mengeluarkan zat sisa ekskresi berupa cairan keringat adalah...

A. Ginjal

B. Paru-paru

C. Kulit

D. Hati

22. Zat sisa yang dikeluarkan oleh organ paru-paru sebagai hasil sisa metabolisme tubuh adalah...

A. Urin dan feses

B. Keringat dan minyak

C. Karbon Dioksida dan uap air

D. Cairan empedu dan urea

23. Bagian ginjal yang berfungsi sebagai tempat penampungan urin sementara sebelum dialirkan ke kantung kemih dinamakan...

A. Korteks

B. Medula

C. Pelvis (Rongga ginjal)

D. Glomerulus

24. Urutan tiga tahapan proses pembentukan urin di dalam ginjal manusia yang benar adalah...

A. Filtrasi - Reabsorpsi - Augmentasi

B. Reabsorpsi - Filtrasi - Augmentasi

C. Augmentasi - Filtrasi - Reabsorpsi

D. Filtrasi - Augmentasi - Reabsorpsi

25. Tahap filtrasi atau penyaringan darah pertama kali terjadi pada bagian nefron yang bernama...

A. Tubulus proksimal

B. Glomerulus

C. Lengkung Henle

D. Tubulus distal

26. Urin primer yang merupakan hasil dari tahap filtrasi masih mengandung zat yang bermanfaat bagi tubuh, yaitu...

A. Urea dan garam

B. Glukosa dan asam amino

C. Sel darah merah dan protein

D. Amonia dan racun

27. Hasil akhir dari proses reabsorpsi (penyerapan kembali) zat yang terjadi di tubulus proksimal dinamakan...

A. Urin sejati

B. Urin primer

C. Urin sekunder

D. Darah bersih

28. Saluran yang berfungsi membawa urin keluar dari organ ginjal menuju ke kantung kemih disebut...

A. Uretra

B. Ureter

C. Tubulus

D. Pembuluh kapiler

29. Hasil uji laboratorium terhadap sampel urin seorang pasien menunjukkan adanya kandungan glukosa yang cukup tinggi. Hal ini menandakan pasien tersebut mengidap penyakit...

A. Albuminuria

B. Diabetes Melitus (Kencing Manis)

C. Diabetes Insipidus

D. Batu Ginjal

30. Gangguan pada ekskresi berupa terbentuknya endapan keras dari garam kalsium di dalam rongga ginjal disebut...

A. Nefritis

B. Gagal ginjal

C. Batu ginjal

D. Jerawat

31. Seseorang yang kekurangan hormon ADH (Antidiuretik) akan mengalami gangguan ekskresi berupa...

A. Urinnya mengandung banyak sel darah merah

B. Mengeluarkan urin secara berlebihan dan sangat sering (Sering kencing)

C. Urin tidak bisa keluar sama sekali

D. Kulitnya tidak bisa mengeluarkan keringat sama sekali

32. Perhatikan tabel data hasil uji urin berikut:
- Pasien A: Protein (+), Glukosa (-)
- Pasien B: Protein (-), Glukosa (+)
Berdasarkan data di atas, organ ginjal milik Pasien A mengalami kerusakan pada bagian...

A. Tubulus Distal

B. Glomerulus

C. Kantung kemih

D. Ureter

33. Dari data tabel Pasien B pada soal sebelumnya (Protein (-), Glukosa (+)), penyakit yang diderita Pasien B adalah...

A. Nefritis

B. Diabetes Melitus

C. Batu ginjal

D. Diabetes insipidus

34. Mengapa saat cuaca sedang sangat dingin, kita menjadi lebih sering ingin buang air kecil (kencing) daripada berkeringat?

A. Karena paru-paru berhenti bekerja saat dingin

B. Karena penguapan air lewat kulit berkurang, sehingga sisa air dialihkan penyaringannya ke ginjal

C. Karena ginjal membesar ukurannya saat terkena suhu dingin

D. Karena tubuh memproduksi lebih banyak garam saat kedinginan

35. Zat sisa di dalam urin yang memberikan aroma bau menyengat yang khas adalah...

A. Air murni

B. Urea dan Amonia

C. Gula

D. Vitamin C

36. Lapisan kulit manusia yang di dalamnya terdapat kelenjar keringat, kelenjar minyak, dan saluran pembuluh darah adalah...

A. Epidermis (Kulit ari)

B. Dermis (Kulit jangat)

C. Lapisan lemak bawah kulit

D. Lapisan tanduk

37. Penyakit nefritis merupakan kerusakan ginjal yang disebabkan oleh infeksi bakteri. Bakteri tersebut menyerang bagian...

A. Pelvis ginjal

B. Nefron (terutama Glomerulus)

C. Saluran ureter

D. Kantung kemih

38. Metode pengobatan medis bagi penderita gagal ginjal kronis untuk menyaring racun dari darah menggunakan mesin disebut...

A. Rontgen

B. Hemodialisis (Cuci Darah)

C. Operasi sesar

D. Imunisasi

39. Komposisi urin normal manusia yang sehat sebagian besar terdiri atas...

A. 50% air dan 50% protein

B. Sekitar 95% air, sisanya urea, amonia, dan garam mineral

C. 100% zat gula terlarut

D. Sel darah merah dan keping darah saja

40. Menjaga kesehatan sistem ekskresi ginjal dapat kita lakukan dengan kebiasaan mudah sehari-hari yaitu...

A. Minum air putih yang cukup (minimal 8 gelas sehari) dan tidak menahan kencing

B. Mengonsumsi makanan yang sangat asin setiap hari

C. Minum minuman bersoda sebagai pengganti air

D. Menahan kencing selama mungkin agar urin tersaring bersih

 

D. Kunci dan Pembahasan

1. B
Pembahasan: Hidung memiliki rambut dan selaput lendir untuk menyaring debu, menghangatkan suhu udara, dan melembapkannya.

2. C
Pembahasan: Epiglotis berupa katup yang otomatis menutup saluran pernapasan ketika kita menelan makanan agar tidak tersedak.

3. C
Pembahasan: Alveolus berbentuk gelembung kecil berdinding tipis, dikelilingi kapiler darah, tempat pertukaran O2 dan CO2.

4. B
Pembahasan: Silia atau rambut getar bergerak menyapu keluar partikel debu/kotoran asing yang lolos dari rongga hidung.

5. A
Pembahasan: Urutan masuknya udara: Hidung -> Laring/Faring -> Trakea -> Bronkus -> Alveolus.

6. B
Pembahasan: Inspirasi dada terjadi saat otot antar tulang rusuk berkontraksi, rusuk naik, rongga dada membesar, tekanan kecil, udara masuk.

7. B
Pembahasan: Ekspirasi perut terjadi saat otot diafragma berelaksasi (kembali melengkung ke atas), rongga dada mengecil, udara keluar.

8. C
Pembahasan: Asma ditandai hipersensitivitas saluran napas terhadap pemicu lingkungan (debu/dingin), memicu penyempitan otot polos bronkus.

9. B
Pembahasan: TBC disebabkan infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis yang menimbulkan bintil-bintil pada dinding alveolus.

10. B
Pembahasan: Pneumonia disebabkan infeksi akut yang mengakibatkan jaringan alveolus meradang dan terisi cairan lendir/nanah.

11. B
Pembahasan: Tar adalah partikel sisa pembakaran rokok yang bersifat karsinogenik (pemicu sel kanker) dan menempel hitam di paru-paru.

12. A
Pembahasan: Gas CO memiliki daya ikat ke hemoglobin (Hb) jauh lebih kuat daripada O2, sehingga tubuh kekurangan pasokan oksigen.

13. B
Pembahasan: Asap sampingan (sidestream smoke) yang dihirup perokok pasif mengandung konsentrasi zat racun tinggi dari pembakaran rokok.

14. B
Pembahasan: Karbon dioksida (CO2) bereaksi kimia dengan cairan kapur membentuk endapan kalsium karbonat yang membuat air menjadi keruh.

15. B
Pembahasan: Di dataran tinggi, tekanan udara rendah dan kadar oksigen lebih sedikit, sehingga frekuensi pernapasan meningkat untuk memenuhi kebutuhan O2.

16. B
Pembahasan: Gejala batuk lama (>3 minggu), penurunan berat badan, dan bercak paru-paru (rontgen) adalah ciri khas penyakit TBC.

17. B
Pembahasan: Nikotin memicu pelepasan hormon adrenergik yang menyempitkan pembuluh darah, menaikkan tekanan darah, dan bikin kecanduan.

18. A
Pembahasan: Semakin berat aktivitas fisik (berlari), semakin banyak energi dan oksigen yang dibutuhkan tubuh, sehingga frekuensi napas makin cepat.

19. B
Pembahasan: Hidung memiliki organ pelengkap (rambut, lendir, pembuluh darah) untuk mengondisikan kualitas udara. Mulut tidak punya.

20. B
Pembahasan: Anak tersebut menderita penyakit akibat menghirup asap rokok dari orang lain (ayahnya), maka ia disebut perokok pasif.

21. C
Pembahasan: Kulit mengekskresikan cairan keringat yang diproduksi oleh kelenjar keringat (glandula sudorifera).

22. C
Pembahasan: Paru-paru adalah organ respirasi sekaligus ekskresi zat sisa pembakaran sel berupa gas CO2 dan uap air (H2O).

23. C
Pembahasan: Pelvis renalis (rongga ginjal) merupakan wadah pengumpul urin dari seluruh nefron sebelum dialirkan ke bawah via ureter.

24. A
Pembahasan: Urutan pemrosesan nefron yang baku: Filtrasi (penyaringan), Reabsorpsi (penyerapan kembali), Augmentasi (penambahan zat sisa).

25. B
Pembahasan: Filtrasi terjadi di badan malpighi, tepatnya pada jalinan kapiler darah yang disebut Glomerulus.

26. B
Pembahasan: Urin primer mengandung air, garam, urea, glukosa, dan asam amino. Glukosa dan asam amino masih sangat diperlukan tubuh.

27. C
Pembahasan: Tubulus Kontortus Proksimal menyerap kembali zat-zat berguna dari urin primer, menghasilkan produk sisa bernama urin sekunder.

28. B
Pembahasan: Ureter menghubungkan pelvis ginjal ke kantung kemih. Uretra menghubungkan kantung kemih ke luar tubuh (jangan terbalik).

29. B
Pembahasan: Glukosa lolos ke urin akibat kadar gula darah terlalu tinggi dan melebihi ambang batas batas serap ginjal (Diabetes Melitus).

30. C
Pembahasan: Batu ginjal terbentuk dari kristalisasi endapan kalsium oksalat atau garam mineral lain yang menyumbat saluran urin.

31. B
Pembahasan: Hormon ADH berfungsi menahan air agar diserap kembali. Jika ADH kurang, air lolos terus menjadi urin dalam jumlah masif (Diabetes Insipidus).

32. B
Pembahasan: Protein berukuran besar. Normalnya tidak lolos penyaringan di Glomerulus. Jika urin mengandung protein, berarti Glomerulus rusak (Nefritis/Albuminuria).

33. B
Pembahasan: Adanya kandungan zat glukosa di dalam urin merupakan penanda utama diagnosis penyakit Diabetes Melitus.

34. B
Pembahasan: Saat dingin, pori kulit mengecil (vasokonstriksi) untuk mencegah hilangnya panas tubuh, sekresi keringat turun, sisa cairan dibuang lewat urin.

35. B
Pembahasan: Urea yang terurai oleh bakteri lingkungan akan menghasilkan senyawa amonia yang berbau tajam menyengat.

36. B
Pembahasan: Dermis (kulit jangat) berada di bawah epidermis dan kaya akan struktur fungsional seperti kelenjar keringat, kelenjar minyak, dan akar rambut.

37. B
Pembahasan: Nefritis adalah radang nefron (khususnya glomerulus) yang disebabkan infeksi bakteri Streptococcus.

38. B
Pembahasan: Hemodialisis menggunakan membran semipemeleabel buatan di mesin cuci darah untuk menggantikan fungsi filtrasi ginjal yang rusak.

39. B
Pembahasan: Urin normal didominasi oleh air (95%), sisanya komponen buangan solut seperti urea, kreatinin, asam urat, dan ion mineral.

40. A
Pembahasan: Minum cukup air melancarkan filtrasi ginjal dan mencegah pengendapan garam mineral. Tidak menahan kencing mencegah infeksi saluran kemih.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar