Senin, 25 Mei 2026

Memanfaatkan Usaha, Energi dan Pesawat Sederhana

 A. Usaha

1. Konsep Usaha dan Daya

Dalam kehidupan sehari-hari, kata 'usaha' sering diartikan sebagai kerja keras atau upaya. Namun, dalam Fisika, Usaha terjadi hanya jika ada Gaya (tarikan atau dorongan) yang menyebabkan sebuah benda Berpindah tempat.

Rumus Usaha:
W = F × s

Keterangan:
W = Usaha (Joule atau J)
F = Gaya (Newton atau N)
s = Perpindahan (Meter atau m)

Sedangkan Daya adalah seberapa cepat sebuah usaha dilakukan. Orang atau mesin yang bisa melakukan usaha besar dalam waktu singkat dikatakan memiliki daya yang besar.

Rumus Daya:
P = W / t

Keterangan:
P = Daya (Watt atau W)
W = Usaha (Joule)
t = Waktu (detik atau sekon)

2. Usaha Positif, Negatif, dan Nol

Ternyata, usaha bisa bernilai positif, negatif, bahkan nol lho!
• Usaha Positif: Jika arah dorongan atau tarikan kita SEARAH dengan arah bergeraknya benda. Contoh: Kamu mendorong troli belanja ke depan, dan troli maju ke depan.
• Usaha Negatif: Jika arah gaya BERLAWANAN dengan arah bergeraknya benda. Contoh: Gaya gesek ban sepeda saat kamu mengerem. Sepeda maju ke depan, tapi gaya gesek rem menarik ke belakang agar sepeda berhenti.
• Usaha Nol: Jika kamu mengeluarkan gaya tapi benda TIDAK BERPINDAH, atau arah gayamu TEGAK LURUS dengan arah gerak benda. Contoh: Kamu mendorong tembok beton (tidak berpindah), atau kamu berjalan mendatar ke depan sambil menggendong tas (gaya angkat ke atas tegak lurus dengan gerak maju ke depan).

3. Contoh Soal Usaha dan Daya

·         Contoh Soal Usaha:

Diketahui:
Budi mendorong meja dengan gaya (F) = 50 N. Meja berpindah sejauh (s) = 2 m searah dorongan.
Ditanya:
Berapa usaha (W) yang dilakukan Budi?
Dijawab:
W = F × s
W = 50 N × 2 m
W = 100 Joule.
Jadi, usaha Budi adalah 100 Joule.

·         Contoh Soal Daya:

Diketahui:
Sebuah mesin melakukan usaha (W) sebesar 600 Joule dalam waktu (t) = 10 detik.
Ditanya:
Berapa daya (P) mesin tersebut?
Dijawab:
P = W / t
P = 600 / 10
P = 60 Watt.
Jadi, daya mesin adalah 60 Watt.

B. Energi

Energi adalah kemampuan untuk melakukan usaha. Tanpa energi, kita tidak bisa memberikan gaya dan membuat benda berpindah.

1. Energi Kinetik

Energi kinetik adalah energi yang dimiliki benda karena GERAKANNYA. Semua benda yang bergerak pasti punya energi kinetik. Semakin berat dan semakin cepat benda bergerak, energi kinetiknya semakin besar.

Rumus Energi Kinetik:
Ek = ½ × m × v²

Keterangan:
Ek = Energi Kinetik (Joule)
m = Massa benda (kg)
v  = Kecepatan benda (m/s)

Contoh Soal Energi Kinetik:

Diketahui:
Massa sepeda dan pengendara (m) = 40 kg. Kecepatan (v) = 5 m/s.
Ditanya:
Energi kinetik (Ek)?
Dijawab:
Ek = ½ × m × v² = ½ × 40 × (5)² = 20 × 25 = 500 Joule.

2. Hubungan Usaha dan Energi Kinetik

Usaha yang diberikan pada sebuah benda sama dengan perubahan energi kinetik benda tersebut. Misalnya mobil yang awalnya pelan, didorong hingga melaju kencang.
W = ΔEk = Ek_akhir - Ek_awal

Contoh Soal:

Diketahui:
Mobil mainan 2 kg dipercepat dari kecepatan 2 m/s menjadi 4 m/s.
Ditanya:
Berapa usaha (W) yang bekerja pada mobil?
Dijawab:
Ek_awal = ½ × 2 × (2)² = 4 Joule
Ek_akhir = ½ × 2 × (4)² = 16 Joule
W = Ek_akhir - Ek_awal = 16 - 4 = 12 Joule.

3. Energi Potensial

Energi potensial adalah energi yang tersimpan pada benda karena KETINGGIANNYA. Benda yang ada di tempat tinggi punya energi potensial untuk jatuh.

Rumus Energi Potensial:
Ep = m × g × h

Keterangan:
Ep = Energi Potensial (Joule)
m = Massa benda (kg)
g = Gravitasi (biasanya 10 m/s²)
h = Ketinggian dari tanah (meter)

Contoh Soal Energi Potensial:

Diketahui:
Kelapa massanya 2 kg ada di pohon setinggi 5 meter. Gravitasi (g) = 10 m/s².
Ditanya:
Energi potensial (Ep)?
Dijawab:
Ep = m × g × h = 2 × 10 × 5 = 100 Joule.

4. Hubungan Usaha dan Energi Potensial

Usaha yang kita lakukan untuk mengangkat benda sama dengan perubahan energi potensial benda tersebut.
W = ΔEp = Ep_akhir - Ep_awal

Contoh Soal:

Diketahui:
Buku 1 kg diangkat dari lantai (h1 = 0 m) ke atas meja (h2 = 1 m). g = 10 m/s².
Ditanya:
Usaha untuk mengangkat buku?
Dijawab:
Ep_awal = 1 × 10 × 0 = 0 Joule
Ep_akhir = 1 × 10 × 1 = 10 Joule
W = 10 - 0 = 10 Joule.

5. Energi Mekanik & Hukum Kekekalan Energi Mekanik

Energi mekanik adalah gabungan dari energi kinetik dan energi potensial (Em = Ek + Ep).
Hukum Kekekalan Energi Mekanik menyatakan: Jika tidak ada gaya luar yang memengaruhi benda (seperti gesekan udara), maka Energi Mekanik benda selalu SAMA di posisi manapun.

Contoh sederhana: Buah apel jatuh dari pohon.
• Saat masih menempel di dahan (posisi tertinggi): Ep maksimal, Ek nol (karena diam).
• Saat melayang jatuh (di tengah): Ep mulai berkurang, Ek mulai bertambah (semakin cepat).
• Tepat saat menyentuh tanah (posisi terendah): Ep nol (karena ketinggian 0), Ek maksimal.

Contoh Soal Energi Mekanik:

Diketahui:
Burung sedang terbang memiliki Ek = 20 Joule dan Ep = 50 Joule.
Ditanya:
Energi mekanik (Em)?
Dijawab:
Em = Ek + Ep = 20 + 50 = 70 Joule.

C. Pesawat Sederhana

Pesawat sederhana adalah alat bantu yang meringankan pekerjaan manusia. Pesawat sederhana tidak mengurangi besarnya 'usaha', tetapi membuat gaya yang harus kita keluarkan menjadi lebih kecil.

1. Tuas (Pengungkit)

Tuas adalah alat berbentuk batang yang punya titik tumpu, titik kuasa (tempat kita memberi gaya), dan titik beban. Ada 3 jenis tuas:
• Tuas Golongan 1 (Titik Tumpu di tengah): Gunting, jungkat-jungkit, tang.
• Tuas Golongan 2 (Beban di tengah): Gerobak dorong roda satu, pemecah kemiri, pembuka tutup botol.
• Tuas Golongan 3 (Kuasa di tengah): Pinset, sapu, staples, lengan tangan kita saat mengangkat barbel.

Contoh Soal Tuas:
Diketahui: Berat batu (w) = 600 N, lengan beban (Lb) = 1 m, lengan kuasa (Lk) = 3 m.
Ditanya: Gaya dorong (F)?
Dijawab: W × Lb = F × Lk  --> 600 × 1 = F × 3 --> F = 600 / 3 = 200 Newton.

2. Bidang Miring

Permukaan datar yang sengaja dibuat miring untuk menaikkan benda dengan gaya lebih kecil. Contoh di rumah: pisau (ujungnya miring), sekrup, paku, tangga rumah.

Contoh Soal Bidang Miring:
Diketahui: Berat beban (w) = 1000 N, tinggi bidang miring (h) = 2 m, panjang lintasan (s) = 5 m.
Ditanya: Gaya dorong (F)?
Dijawab: W × h = F × s --> 1000 × 2 = F × 5 --> 2000 = F × 5 --> F = 400 Newton.

3. Katrol Tetap

Katrol yang posisinya diam. Fungsinya HANYA mengubah arah gaya, gaya tariknya sama dengan berat beban. (Keuntungan mekanis = 1). Contoh: Katrol tiang bendera, kerekan sumur.

Contoh Soal Katrol Tetap:
Diketahui: Menarik air dari sumur seberat 50 N memakai katrol tetap.
Ditanya: Gaya tarik (F)?
Dijawab: F = W = 50 N. (Hanya mempermudah posisi menarik ke bawah).

4. Katrol Bergerak

Katrolnya ikut naik turun bersama beban. Keuntungannya gaya jadi setengah dari berat beban. (Keuntungan mekanis = 2). Contoh: Alat pengangkat peti di pabrik (crane).

Contoh Soal Katrol Bergerak:
Diketahui: Beban 100 N diangkat pakai 1 katrol bergerak.
Ditanya: Gaya (F)?
Dijawab: F = 1/2 × W = 1/2 × 100 = 50 Newton.

5. Sistem Katrol (Katrol Majemuk)

Gabungan beberapa katrol. Keuntungan mekanisnya dilihat dari berapa banyak tali yang menahan beban.

Contoh Soal Sistem Katrol:
Diketahui: Sistem katrol menggunakan 4 tali penyangga mengangkat benda 400 N.
Ditanya: Gaya (F)?
Dijawab: F = W / (jumlah tali) = 400 / 4 = 100 Newton.

D. Ujian Sumatif (Pilihan Ganda)

Pilihlah salah satu jawaban yang paling tepat (A, B, C, atau D) pada soal-soal di bawah ini.

1. Pernyataan di bawah ini yang menunjukkan terjadinya suatu usaha menurut ilmu fisika adalah...

A. Budi kelelahan setelah menahan beban yang sangat berat di atas kepalanya tanpa bergerak.

B. Andi mendorong mobil yang mogok, tetapi mobil sama sekali tidak bergeser.

C. Seekor kuda menarik delman hingga delman berpindah sejauh 10 meter.

D. Siti membaca buku cerita sambil duduk di kursi tamunya.

2. Rumus untuk menghitung besarnya usaha adalah...

A. W = F + s

B. W = F / s

C. W = F × s

D. W = F - s

3. Seorang anak berlari membawa tas punggung dengan lintasan lurus dan mendatar. Usaha yang dilakukan anak tersebut terhadap tasnya bernilai...

A. Positif

B. Negatif

C. Nol

D. Tidak menentu

4. Daya adalah kemampuan untuk...

A. Memberikan gaya paling kuat.

B. Melakukan usaha dalam kurun waktu tertentu.

C. Memperpanjang jarak perpindahan.

D. Memusnahkan energi.

5. Satuan dari Usaha dan Daya dalam Sistem Internasional (SI) berturut-turut adalah...

A. Joule dan Watt

B. Newton dan Joule

C. Watt dan Joule

D. Newton dan Meter

6. Andi mendorong rak buku dengan gaya 100 N sejauh 3 meter ke depan. Berapa usaha yang dilakukan Andi?

A. 30 Joule

B. 100 Joule

C. 300 Joule

D. 3000 Joule

7. Mesin pemotong rumput melakukan usaha 1200 Joule dalam waktu 1 menit. Besarnya daya mesin tersebut adalah...

A. 1200 Watt

B. 120 Watt

C. 20 Watt

D. 12 Watt

8. Saat Budi mengerem sepedanya, sepeda perlahan berhenti. Usaha yang dilakukan oleh gaya gesek rem terhadap pergerakan sepeda bernilai...

A. Positif

B. Negatif

C. Nol

D. Maksimal

9. Benda yang sedang bergerak selalu memiliki...

A. Energi Potensial

B. Energi Kimia

C. Energi Listrik

D. Energi Kinetik

10. Energi yang dimiliki sebuah benda karena posisi atau ketinggiannya disebut...

A. Energi Kinetik

B. Energi Potensial

C. Energi Kalor

D. Energi Mekanik

11. Total penjumlahan antara Energi Kinetik dan Energi Potensial disebut...

A. Energi Listrik

B. Energi Pegas

C. Energi Mekanik

D. Usaha Total

12. Jika sebuah benda tidak bergerak (diam), maka energi kinetiknya adalah...

A. Nol

B. Maksimal

C. Setengah maksimal

D. Sebesar massa benda

13. Kucing bermassa 4 kg berlari dengan kecepatan 3 m/s. Energi kinetik kucing tersebut adalah...

A. 12 Joule

B. 18 Joule

C. 24 Joule

D. 36 Joule

14. Sebuah vas bunga bermassa 1 kg berada di atas rak setinggi 2 meter dari lantai. Jika percepatan gravitasi bumi 10 m/s², energi potensial vas tersebut adalah...

A. 2 Joule

B. 10 Joule

C. 20 Joule

D. 200 Joule

15. Gaya yang diperlukan untuk mengangkat sebuah kotak sehingga energi potensialnya bertambah 150 Joule dengan ketinggian angkat 3 meter adalah...

A. 50 N

B. 100 N

C. 150 N

D. 450 N

16. Seekor burung bermassa 0,5 kg terbang pada ketinggian 10 meter dengan kecepatan 4 m/s. Berapa energi mekanik burung tersebut? (g = 10 m/s²)

A. 50 Joule

B. 4 Joule

C. 54 Joule

D. 100 Joule

17. Mobil mainan bermassa 2 kg yang diam di lantai licin didorong dengan gaya tetap, sehingga kecepatannya menjadi 5 m/s. Berapa besar usaha pendorongnya?

A. 5 Joule

B. 10 Joule

C. 25 Joule

D. 50 Joule

18. Benda seberat 50 N (w=m.g) diangkat vertikal setinggi 2 meter ke atas. Usaha yang dilakukan gaya angkat adalah...

A. 25 Joule

B. 50 Joule

C. 100 Joule

D. 200 Joule

19. Hukum Kekekalan Energi Mekanik menunjukkan bahwa saat sebuah mangga jatuh dari pohon...

A. Energi potensialnya bertambah, energi kinetiknya bertambah.

B. Energi potensialnya berkurang, energi kinetiknya bertambah, namun jumlah keduanya tetap.

C. Energi potensial dan energi kinetik sama-sama berkurang.

D. Energi mekaniknya makin lama makin besar saat mendekati tanah.

20. Sebuah bola basket dijatuhkan dari ketinggian tertentu tanpa kecepatan awal. Saat bola mencapai pertengahan lintasan jatuh...

A. Energi potensial bola nol.

B. Energi kinetik bola nol.

C. Energi potensial sama besar dengan energi kinetiknya.

D. Energi mekaniknya setengah dari semula.

21. Fungsi utama pesawat sederhana bagi manusia adalah...

A. Mengurangi besarnya usaha yang diperlukan.

B. Memperbesar usaha dan mengecilkan gaya.

C. Mempermudah pekerjaan dengan memperkecil gaya atau mengubah arah gaya.

D. Menciptakan energi baru untuk memindahkan barang.

22. Peralatan berikut yang prinsip kerjanya memakai tuas (pengungkit) golongan pertama (titik tumpu di tengah) adalah...

A. Gerobak roda satu

B. Gunting

C. Pinset

D. Sekrup

23. Gerobak pasir beroda satu (wheelbarrow) termasuk dalam jenis tuas...

A. Golongan pertama

B. Golongan kedua

C. Golongan ketiga

D. Bidang miring

24. Lengan kita saat digunakan untuk mengangkat barbel/buku termasuk pesawat sederhana jenis...

A. Tuas golongan pertama

B. Tuas golongan kedua

C. Tuas golongan ketiga

D. Katrol majemuk

25. Sekrup, paku, dan pisau adalah contoh peralatan rumah tangga yang menggunakan prinsip...

A. Tuas

B. Bidang miring

C. Katrol tetap

D. Katrol bergerak

26. Katrol yang posisinya tidak berubah saat digunakan untuk menarik beban disebut...

A. Katrol tetap

B. Katrol bebas

C. Katrol ganda

D. Roda berporos

27. Tujuan penggunaan katrol tetap pada kerekan air di sumur adalah...

A. Melipatgandakan gaya tarik kita menjadi 2 kali lipat.

B. Mengubah arah gaya, dari menarik ke atas menjadi menarik ke bawah agar lebih mudah.

C. Memperkecil usaha yang diperlukan.

D. Memperbesar gaya berat air.

28. Jika kita ingin gaya untuk mengangkat benda menjadi setengah dari berat bendanya, kita sebaiknya menggunakan...

A. Katrol tetap

B. Katrol bergerak

C. Bidang miring yang sangat curam

D. Tuas dengan lengan kuasa sangat pendek

29. Seorang anak menggunakan linggis sepanjang 2 meter untuk mengungkit batu seberat 800 N. Jika titik tumpu diletakkan 0,5 meter dari batu, maka gaya yang harus diberikan anak tersebut adalah...

A. 100 N

B. 200 N

C. 266,7 N

D. 400 N

30. Untuk menaikkan drum minyak seberat 600 N ke atas bak truk setinggi 1 meter, digunakan papan miring sepanjang 3 meter. Gaya dorong yang dibutuhkan sebesar...

A. 100 N

B. 200 N

C. 300 N

D. 1800 N

31. Keuntungan Mekanis (KM) pada bidang miring soal sebelumnya (no. 30) adalah...

A. 1

B. 2

C. 3

D. 6

32. Sebuah sistem takal (sistem katrol) menggunakan 4 buah tali penahan beban. Untuk mengangkat balok kayu seberat 1000 N, gaya tarikan minimal yang dibutuhkan adalah...

A. 100 N

B. 250 N

C. 500 N

D. 1000 N

 

33. Sebuah tuas berada dalam keadaan seimbang. Jika lengan kuasa diperpanjang menjadi 2 kali lipat panjang awalnya, dan berat beban tetap, maka gaya yang harus diberikan agar tetap seimbang menjadi...

A. Setengah dari gaya semula

B. Dua kali lipat gaya semula

C. Sama dengan gaya semula

D. Empat kali lipat gaya semula

34. Budi dan Andi bermassa sama. Budi menaiki tangga setinggi 3 meter dalam waktu 10 detik. Andi menggunakan bidang miring dengan ketinggian akhir 3 meter, namun lintasannya sepanjang 6 meter dan memakan waktu 15 detik. Peryataan yang benar mengenai USAHA melawan gravitasi yang dilakukan keduanya adalah...

A. Usaha Andi dua kali lipat Usaha Budi.

B. Usaha Budi dua kali lipat Usaha Andi.

C. Usaha keduanya sama besar.

D. Tidak dapat dibandingkan karena lintasannya berbeda.

35. Dari soal Budi dan Andi di atas, perbandingan DAYA yang dikeluarkan Budi dan Andi adalah...

A. Sama besar

B. Daya Budi lebih besar dari Daya Andi

C. Daya Andi lebih besar dari Daya Budi

D. Daya Andi 1,5 kali Daya Budi

36. Kombinasi penggunaan tuas dan roda berporos bisa kita temukan pada peralatan sederhana berikut...

A. Pemotong kuku

B. Pisau potong

C. Roda gigi (gear) pada sepeda

D. Gunting kertas

37. Jalan berkelok-kelok yang dibangun di daerah pegunungan memanfaatkan prinsip kerja pesawat sederhana, yaitu...

A. Tuas jenis 1

B. Bidang miring

C. Katrol majemuk

D. Roda berporos

 

38. Sebuah pegas yang tertekan akan melontarkan peluru mainan. Saat peluru baru saja terlontar, energi yang terjadi adalah...

A. Energi potensial pegas berubah menjadi energi kinetik peluru.

B. Energi kinetik pegas berubah menjadi energi potensial gravitasi.

C. Energi potensial gravitasi berubah menjadi energi listrik.

D. Energi kinetik berubah menjadi usaha negatif.

39. Apa yang membedakan keuntungan katrol bebas dengan keuntungan katrol majemuk dengan tiga katrol?

A. Katrol bebas melipatgandakan gaya 3 kali, katrol majemuk 2 kali.

B. Katrol bebas tidak memiliki keuntungan mekanis.

C. Katrol bebas membagi gaya beban menjadi 2, sementara katrol majemuk dengan 3 tali pendukung membagi gaya beban menjadi 3.

D. Keduanya sama persis manfaatnya.

40. Seorang teknisi harus mengangkat blok mesin 1200 N secara aman dengan sistem alat angkat (hoist) sehingga dia hanya perlu menarik tali dengan gaya 200 N. Berapa jumlah tali penopang beban yang ada pada hoist tersebut?

A. 2 tali

B. 4 tali

C. 6 tali

D. 12 tali


 

E. Kunci Jawaban dan Pembahasan

Nomor 1

Kunci: C
Pembahasan: Syarat terjadinya usaha adalah ada gaya dan ada perpindahan. Pada pilihan C, kuda memberi gaya dan delman berpindah.

Nomor 2

Kunci: C
Pembahasan: Usaha (W) dirumuskan dengan gaya (F) dikalikan dengan perpindahan (s).

Nomor 3

Kunci: C
Pembahasan: Gaya untuk menahan tas arahnya ke atas, sedangkan gerak anak mendatar (tegak lurus). Gaya tegak lurus dengan arah gerak menghasilkan usaha nol.

Nomor 4

Kunci: B
Pembahasan: Daya adalah seberapa besar usaha yang dapat dilakukan tiap satu satuan waktu (P = W/t).

Nomor 5

Kunci: A
Pembahasan: Satuan usaha adalah Joule, dan satuan daya adalah Watt (Joule/sekon).

Nomor 6

Kunci: C
Pembahasan: W = F × s = 100 N × 3 m = 300 Joule.

Nomor 7

Kunci: C
Pembahasan: Waktu (t) harus dalam detik. 1 menit = 60 detik. P = W / t = 1200 / 60 = 20 Watt.

Nomor 8

Kunci: B
Pembahasan: Arah gaya gesek berlawanan dengan arah gerak sepeda, sehingga usahanya bernilai negatif.

Nomor 9

Kunci: D
Pembahasan: Energi yang dimiliki benda karena gerakannya disebut energi kinetik.

Nomor 10

Kunci: B
Pembahasan: Energi potensial gravitasi berkaitan dengan ketinggian benda dari permukaan acuan.

 

Nomor 11

Kunci: C
Pembahasan: Energi mekanik (Em) merupakan hasil tambah energi kinetik (Ek) dan energi potensial (Ep).

Nomor 12

Kunci: A
Pembahasan: Karena benda diam kecepatannya v = 0. Maka Ek = 1/2 m (0)^2 = 0.

Nomor 13

Kunci: B
Pembahasan: Ek = 1/2 × m × v^2 = 1/2 × 4 × (3)^2 = 2 × 9 = 18 Joule.

Nomor 14

Kunci: C
Pembahasan: Ep = m × g × h = 1 × 10 × 2 = 20 Joule.

Nomor 15

Kunci: A
Pembahasan: Usaha untuk mengangkat benda sama dengan perubahan

Ep. W = 150 J. W = F × s -> 150 = F × 3 -> F = 50 N.

Nomor 16

Kunci: C
Pembahasan: Ep = 0,5 × 10 × 10 = 50 J. Ek = 1/2 × 0,5 × 4^2 = 1/2 × 0,5 × 16 = 4 J.

Em = Ep + Ek = 50 + 4 = 54 Joule.

Nomor 17

Kunci: C
Pembahasan: Usaha = perubahan Ek. Ek awal = 0. Ek akhir = 1/2 × 2 × 5^2 = 25 J.

W = 25 - 0 = 25 Joule.

Nomor 18

Kunci: C
Pembahasan: W = ΔEp = berat (m.g) × perubahan tinggi = 50 N × 2 m = 100 Joule.

Nomor 19

Kunci: B
Pembahasan: Makin dekat ke tanah (ketinggian berkurang) Ep berkurang. Tapi karena makin cepat, Ek bertambah. Jumlah total (Em) tetap konstan.

Nomor 20

Kunci: C
Pembahasan: Di tengah lintasan (h/2), Ep tinggal setengah dari total awal. Sisa setengahnya sudah berubah menjadi Ek. Jadi Ep = Ek.

Nomor 21

Kunci: C
Pembahasan: Pesawat sederhana mempermudah kerja dengan memperkecil gaya atau mengubah arah gaya, BUKAN memperkecil usaha (usaha tetap sama).

Nomor 22

Kunci: B
Pembahasan: Pada gunting, poros/engsel di tengah berfungsi sebagai titik tumpu, berada di antara pegangan (kuasa) dan mata pisau (beban).

Nomor 23

Kunci: B
Pembahasan: Pada gerobak roda satu, beban (pasir) berada di antara titik tumpu (roda depan) dan kuasa (pegangan tangan di belakang).

Nomor 24

Kunci: C
Pembahasan: Otot bisep yang menarik lengan bertindak sebagai kuasa dan posisinya berada di antara siku (tumpuan) dan telapak tangan (beban).

Nomor 25

Kunci: B
Pembahasan: Ujung pisau yang runcing atau ulir pada sekrup merupakan modifikasi dari bidang miring untuk membelah atau masuk menembus kayu.

Nomor 26

Kunci: A
Pembahasan: Sesuai namanya, katrol tetap diam di tempat (contohnya di tiang bendera).

Nomor 27

Kunci: B
Pembahasan: Keuntungan mekanis katrol tetap adalah 1. Ia tidak memperkecil gaya tarik, melainkan hanya mengubah arah gaya.

Nomor 28

Kunci: B
Pembahasan: Katrol bergerak memiliki keuntungan mekanis 2, sehingga gaya kuasa yang diperlukan setengah dari berat beban (F = W/2).

Nomor 29

Kunci: C
Pembahasan: Lengan beban (Lb) = 0,5 m. Lengan kuasa (Lk) = panjang linggis - Lb = 2 - 0,5 = 1,5 m.

W × Lb = F × Lk -> 800 × 0,5 = F × 1,5 -> 400 = 1,5 F -> F = 266,7 N.

Nomor 30

Kunci: B
Pembahasan: W × h = F × s -> 600 × 1 = F × 3 -> 600 = 3 F -> F = 200 N.

Nomor 31

Kunci: C
Pembahasan: KM = s / h = 3 m / 1 m = 3.

Nomor 32

Kunci: B
Pembahasan: Pada sistem katrol majemuk, KM sama dengan jumlah tali penahan.

F = W / tali = 100 / 4 = 250 N.

Nomor 33

Kunci: A
Pembahasan: Berdasarkan F = (W × Lb) / Lk. Jika Lk membesar 2 kali lipat dan posisi beban tetap, maka nilai F menjadi 1/2 dari gaya awal.

Nomor 34

Kunci: C
Pembahasan: Usaha mengubah energi potensial gravitasi hanya bergantung pada perubahan ketinggian awal dan akhir (W = m.g.Δh), tidak peduli lintasan mana yang dipilih (selama tidak ada gesekan). Karena ketinggian akhir sama, usaha keduanya sama besar.

Nomor 35

Kunci: B
Pembahasan: Daya adalah Usaha dibagi Waktu. Usaha sama, tapi waktu Budi (10s) lebih singkat dari Andi (15s). Karena pembaginya lebih kecil, hasil baginya (Daya) Budi lebih besar dari Andi.

Nomor 36

Kunci: C
Pembahasan: Gir (gear) dan pedal sepeda menggabungkan prinsip roda berporos untuk menghasilkan gerak kayuh yang meneruskan ke roda belakang.

Nomor 37

Kunci: B
Pembahasan: Jalan dibuat berkelok-kelok untuk melandaikan lintasan pegunungan. Ini memanjangkan lintasan (s) sehingga gaya (F) tarikan mesin mobil lebih kecil.

Nomor 38

Kunci: A
Pembahasan: Pegas yang ditekan menyimpan Energi Potensial Pegas (atau elastis). Saat dilepas, energi itu berubah wujud menjadi gerakan peluru (Energi Kinetik).

 

 

Nomor 39

Kunci: C
Pembahasan: Katrol bebas (bergerak) menopang beban dengan 2 untai tali (KM=2). Sistem majemuk yang tali penarik/penopangnya ada 3 memiliki KM=3.

Nomor 40

Kunci: C
Pembahasan: F = W / jumlah tali -> 200 = 1200 / tali -> Tali = 1200 / 200 = 6 tali.

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar